Sabtu, 20 April 2013

KOORDINASI DALAM MANAJEMEN KEPEMIMPINAN

0
Setiap lembaga sebagai oraganisasi dalam usaha untuk mencapai tujuannya  secara efektif memerlukan adanya  koordinasi dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan pembagian tugasnya masing-masing. Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan tidak terjadi pekerjaan yang tumpang tindih. Tanpa koordinasi sulit diharapkan tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Fungsi   koordinasi dalam organisasi seperti halnya group musik yang menghasilkan suatu melodi yang merdu. Masing-masing anggota group memainkan alat musiknya sesuai dengan fungsinya.  
Dalam berkoordinasi tentu terjadi negosiasi-negosiasi untuk mendapatkan kesepakatan. Salah satu tugas manajer adalah mengkoordinasikan pekerjaan individu, kelompok, dan organisasi melalui fungsi-fungsi manajemen lainnya. Koordinasi dalam kenyataannya mudah diucapkan tetapi sulit dilakukan. DalamT tulisan sederhana ini disyajikan  pengertian koordinasi, manfaat  koordinasi,  prinsip koordinasi, dan ciri-ciri koordinasi yang efektif.
         Koordinasi menurut Chung & Megginson (1981) dapat didefinisikan sebagai proses motivasi, memimpin, dan mengkomunikasikan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi. Sutisna (1989) mendefinisikan koordinasi ialah proses mempersatukan sumbanga-sumbangan dari orang-orang, bahan, dan sumber-sumber lain ke arah tercapainya maksud-maksud yang telah ditetapkan. Anonim (2003) mendefinisikan koordinasi ialah suatu sistem dan proses interaksi untuk mewujudkan keterpaduan, keserasian, dan kesederhanaan berbagai kegiatan inter dan antar institusi-institusi di masyarakat melalui komunikasi dan dialog-dialog antar berbagai individu dengan menggunakan sistem informasi manajemen, dan teknologi informasi.         
             Berdasarkan pendapat para pakar dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan koordinasi ialah proses mengintegrasikan (memadukan), mensinkronisasikan, dan menyederhanakan pelaksanaan tugas yang terpisah-pisah secara terus-menerus untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Tanpa adanya koordinasi, individu-individu dan bagian-bagian akan tidak dapat melihat peran mereka dalam suatu organisasi. Mereka akan  terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan pribadi (ego sektoral) dan bahkan sampai mengorbankan sasaran-sararan organisasi yang lebih luas.
             Koordinasi adalah bagian penting dalam organisasi atau lembaga yang meliputi  unit-unit kerjai , lebih-lebih organisasi itu sangat besar. Semakin besar suatu lembaga/organisasi semakin banyak  unit-unit kerja bermacam-macam  yang erat hubungannya, semakin besar pula kemungkinan terjadinya masalah-masalah koordinasi.
              Pendekatan yang digunakan dalam koordinasi adalah pendekatan sistem. Dengan pendekatan sistem memandang koordinasi sebagai pengintegrasian, pensinkronisasian, dan penyederhanaan pelaksanaan tugas yang terpisah-pisah secara terus-menerus oleh sejumlah individu atau unit sehingga semuanya bersatu dalam jumlah yang tepat, mutu yang tepat, tempat yang tepat, dan waKepala Sekolah yang tepat dalam  mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Dengan koordinasi terjadi keseimbangan sejumlah bagian yang berlainan dengan menyelaraskan interaksinya sehingga keseluruhan organisasi bergerak ke suatu tujuan yang sudah ditentukan secara efektif dan efisien sebagai suatu sistem. 
            Hakekat pekerjaan seorang manajer menurut Gibson, et.al. (2003) adalah mengkoordinasikan tugas individu, kelompok, dan organisasi dengan empat fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading, and controlling untuk mencapai tujuan individu, kelompok, dan organisasi secara efektif. Untuk memperjelas pernyataan di atas, Gibson, et.al. (2003) s
c.   Manfaat Koordinasi
Koordinasi bermanfaat bagi KEPALA SEKOLAH:
1.   untuk mewujudkan KISS (koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan  simplifikasi) agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien; 
2.   memecahkan berbagai konflik kepentingan berbagai pihak yang terkait;
3.   agar manajer pendidikan mampu  mengintegrasikan dan mensinkronkan  pelaksanaan tugas-tugasnya dengan stakeholders  pendidikan yang saling bergantungan, semakin besar ketergantungan dari unit-unit,  semakin besar pula kebutuhan akan pengkoordinasian;
4.   agar manajer pendidikan mampu mengkoordinasikan                pembangunan sektor pendidikan dengan pengembangan sektor-sektor lainnya;
5.   agar manajer pendidikan mampu mengintegrasikan kegiatan fungsional dinas pendidikan dan tujuan-tujuan dari unit organisasi yang terpisah-pisah untuk mencapai tujuan bersama dengan sumberdaya yang terbatas  secara efektif dan efisien;
6.   adanya pembagian kerja di mana semakin besar pembagian kerja, semakin diperlukan pengkordinasian/penyerasian sehingga tidak  terjadi duplikasi atau tumpang tindih pekerjaan yang menyebabkan pemborosan;
7.   untuk mengembangkan dan memelihara hubungan yang baik dan harmonis di antara kegiatan-kegiatan baik fisik maupun nonfisik dengan  stakeholders;
8.   untuk memperlancar pelaksanaan tugas dalam rangka mencapai tujuan   pendidikan dengan sumberdaya pendidikan  yang terbatas;
9.   mencegah terjadinya konflik internal dan eksternal sekolah   yang kontra produktif;
10. mencegah terjadinya kekosongan ruang dan waKepala Sekolah; dan
11. mencegah terjadinya persaingan yang tidak seha.

d.   Prinsip-prinsip Koordinasi
Prinsip-prinsip koordinasi disingkat KOORDINASI. .  Kesamaan: sama dalam visi, misi, dan langkah-langkah  untuk mencapai tujuan bersama (sense of purpose), . Orientasikan: titik pusatnya pada sekolah (sebagai koordinator) yang simpul-simpulnya  stakeholders sekolah.
Organisasikan: atur orang-orang yang berkoordinasi untuk membina sekolah harus berada dalam satu payung (terorganisasi) sehingga sikap egosektoral dapat dihindari.
Rumuskan :   nyatakan secara jelas wewenang, tanggung jawab, dan tugas-tugas masing-masing agar  tidak tumpang tindih.
Diskusikan:  cari cara yang efektif, efisien, dan komunikatif dalam berkoordinasi.
Informasikan: semua hasil diskusi dan keputusan mengalir cepat ke semua pihak yang ada dalam sistem jaringan koordinasi (coordination network system)Negosiasikan: dalam perundingan mencari kesepakatan harus saling menghormati (team spirit) dan usahakan menang-menang,  jangan sampai pihak sekolah sebagai koordinator justru dirugikan.Atur jadwal: rencana  kordinasi harus dipatuhi dengan sebaik- baiknya oleh semua pihak  Solusikan :satu masalah dalam simpul jaringan harus dirasakan dan dipecahkan semua stakeholders  dengan sebaik- baiknya.
. Insyapkan     : setiap harus stakeholders memiliki laporan tertulis
yang lengkap dan siap menginformasikannya sesuai
kebutuhan koordinasi.
e.  Karakteristik Koordinasi yang Efektif
1) Tujuan berkoordinasi tercapai dengan memuaskan semua pihak
terkait.
2)  Koordinator sangat proaktif dan stakeholders  kooperatif.
3) Tidak ada yang mementingkan diri sendiri atau kelompoknya (egosektoral).
4) Tidak terjadi tumpang tindih tugas.
5) Komitmen semua pihak tinggi.
6) Informasi keputusan mengalir cepat ke semua pihak yang ada dalam sistem jaringan  koordinasi.
7) Tidak merugikan pihak-pihak yang berkoordinasi.
8) Pelaksanaan tepat waKepala Sekolah.
9) Semua masalah terpecahkan.
10)Tersedianya laporan tertulis yang lengkap dan rinci oleh  masing- masing stakeholder.
2.  Contoh Koordinasi
Penggunaan kelas, laboratorium, bengkel, sarana dan prasarana lainnya secara bersama-sama


3. Ringkasan
          Salah satu tugas manajer adalah mengkoordinasikan. Koordinasi ialah proses mengintegrasikan, mensinkronisasikan, dan menyederhanakan pelaksanaan tugas yang terpisah-pisah secara terus-menerus untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Pendekatan yang digunakan dalam koordinasi adalah pendekatan sistem. Koordinasi bermanfaat bagi KEPALA SEKOLAH untuk mewujudkan KISS (koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan  simplifikasi) agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Prinsip-prinsip koordinasi disingkat KOORDINASI. Ada 10 karakteristik kodinasi yang efektif.

Daftar Pustaka  
Chung, K.H. & Megginson, L.C. 1981. Organizational Behavior Developing Managerial Skills. New York: Harper & Row, Publishers.
Gibson, J.L., Ivancevich, J.M., Donnelly, J.H., & Konopaske, R.
2003. Organizations: Behavior, Structure, Processes. 11th
Edition. New York: McGraw-Hill Irwin.

Read More

KATA – KATA MOTIVASI LUAR BIASA

0


1)            Menggenggam Dunia
Dunia itu sangat kejam, selalu dipenuhi oleh lautan manusia yang buas, saling menguasai dan saling memangsa satu sama lain.
Jika kita lunak terhadap dunia maka ia akan keras terhadap kita, sebaliknya jika kita keras terhadapnya maka duniapun tunduk dengan kita.
Untuk itu jangan biarkan dunia mempermainkan kita dan bila kita ingin meletakan dunia dalam tangan kita maka kita harus terus menggalipotensi diri dan tidak menjadi pribadi yang lembek, berpikir kedepan dan positif serta terus belajar tanpa takut akan kesalahan dalam suatu proses menuju kesuksesan.

2)            Meningkatkan Kualitas Hidup
Banyak manusia takut mati pada usia muda. Padahal manusia itu sendiri tahu bahwa kematian itu tidak bisa dihindari dan tidak mengenal tua dan muda dan merekapun setiap saat hidup dalam ketakutan.
Sesungguhnya yang harus kita hindari adalah bahwa berapa lama kita hidup di Dunia tidaklah terlalu penting, hidup lebih penting secara kualitas daripada kuantitas, bila kita mampu berbuat sesuatu yang berguna bagi kita sendiri dan orang lain dalam setiap sudut kehidupan meskipun singkat tetaplah jadi berarti daripada hidup selamanya tanpa berbuat apa – apa.

3)            Pengubah Hidup
Didalam sebuah kehidupan tidak pernah berjalan ditempat, ia selalu bergerak dinamis dalam setiap detik, dan hanya sedetik saja kita lengah maka kita akan tertinggal. Agar kita bisa mampu mengimbangi dinamika kehidupan maka kita harus selalu memperbaharui kehidupan kita setiap saat, termasuk kita harus mengubah kehidupan kita sendiri bila itu diperlukan.
Didalam hidup tidak ada cara lain, selain harus bisa menyesuaikan pergerakan hidup dan kehidupan zaman tidak akan pernah menyesuaikan kehidupan makhluk hidup yang ada dalamnya.
Selalu memperkaya pengetahuan niscaya kita tidak akan ketinggalan dalam setiap sudut kehidupan. - kata

4)            Penginspirasi Hidup
Hidup itu butuh pedoman dan hidup pun butuh ilham. Untuk itu begitu kita telah menetukan target hidup maka kitapun harus segera menebarkan pandangan untuk mencari segala sesuatu yang dapat menjadi inspirasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Sang inspirator adalah motor penggerak langkah dan pengingat setiap kali kita lalai dalam setiap menjalankan hidup.

5)            Mewujudkan Impian
Setiap kesuksesan selalu diawali dengan impian, untuk itu menjadi manusia harus berani bermimpi. Dan bermimpilah setinggi – tingginya, setelah bermimpi segeralah menggerakkan kedua tangan dan kaki untuk menggapainya.
Jangan takut impian kita tidak tercapai, asal ada tekad dan kemauan maka kita sudah mendapatkan setengah dari impian kita.


6)            Menciptakan Mental Juara
Tidak ada gunanya kita menjadi yang terbaik tetapi kita tidak mampumenerimanya dengan baik.
Setiap keberhasilan yang didapat harus selalu disertai dengan kemampuan untuk menyikapi keberhasilan itu. Jangan sampai kesuksesan membuat kita menjadi manusia yang picik, sebaliknya dengan kesuksesan harus selalu membuat hati kita terjaga, tetap fitrah pada sifat dasar manusia yang sesungguhnya.
Seorang juara tidak ada yang mampu mengubah dirinya dan kesuksesan pun tidak lebih dari sesuatu yang harus terus dibagi dengan orang lain untuk terus mempertahankan keberhasilan itu sendiri.

7)            Menaklukan Ketakutan
Sesungguhnya ketakutan-ketakutan yang ada dalam diri kita adalah hasil imajinasi kita sendiri. Kita sering melebih – lebihkan sesuatu yang belum tentu sesuai dengan realita.
Dan seharusnya ketakutan itu tidak mendasar dan tidak boleh hinggap dihati kita. Hadapi sesuatu dengan arif niscaya hidup kita akan terbebas dari rasa takut.
Berpikir yang baik, berbicara yang baik dan berbuat yang terbaik akan membuat hidup akan menjadi baik.

8)            Pencetus Ide
Yang paling bernilai dari satu hasil karya bukanlah terletak pada fisik karya tersebut, tetapi terletak pada ide awalnya.
Dan ide itu terlahirpun tidak dengan begutu saja. Ada sejumlah proses yang dilalui. Mulai dari suatu khayalan atau impian untuk melahirkan sesuatu yang belum ada atau menyempurnakan satu karya yang memang sudah ada agar memiliki nilai tambah yang lebih. Selain itu ada juga sejumlah kesalahan yang mewarnai hingga ide itu  benar – benar bisa teraplikasi sesuai yang diinginkan. Jadi untuk menciptakan satu karya yang benar dan berguna merupakan hasil dari setiap perbaikan – perbaikan dari setiap kesalahan.

9)            Pembentuk Watak
Mengubah watak seseorang itu lebih sulit daripada meruntuhkan sebuah gunung yang menjulang karena watak yang terbentuk tidak jadi dalam waktu yang singkat melainkan suatu perjalanan yang panjang.
Baik watak baik maupun buruk tanpa kita sadari bisa terbentuk. Berawalk dari satu kebiasaan yang lama – lama akan mengakar pada diri seseorang dan akhirnya berubah menjadi suatu watak.
Watak baikpun harus selalu dipelihara karena kalau tidak, lama kelamaan kebiasaan buruk yang ada pada diri kita akan menggantikannya menjadi watak yang buruk

10)        Meraih Keberhasilan
Keberhasilan merupakan bonus dari satu pekerjaan yang dilakukan dengan baik untuk itu berpikirlah untuk melakukan sesuatu dengan sebaik mungkin dan jangan pernah memikirkan keberhasilan itu sendiri.
Dan keberhasilanpun tidak identik dengan kemenangan. Ada keberhasilan yang jauh lebih besar dari sekedar kemenangan yaitu mampu menerima kekalahan dengan lapang dada dan jiwa besar. Dan orang – orang yang mampu melakukannya sesungguhnya merekalah orang – orang yang besar.

11)        Menjemput Masa Depan
Banyak orang hari ini masih duduk merenungi masa lalu yang buruk, banyak orang pula hari ini terus memikirkan masa depan yang akan datang.
Mereka adalah orang – orang yang malas dan bodoh. Sesungguhnya masa depan, semua dimulai dari hari ini dan untuk meraih masa depan yang cemerlang tidak cukup hari ini hanya diisi dengan sebuah perenungan atau pikiran tetapi yang dibutuhkan hari ini adalah sebuah tindakan nyata, karena ada sebuah masa depan, semua dimulai dari hari ini.

12)        Pembangkit Semangat.
Sering kali orang memulai satu pekerjaan dengan semangat yang berapi – api tapi tidak lama kemudian semangat itu pun padam. Dan hal itu tidak boleh terjadi karena semangat yang menyala dapat meruntuhkan rintangan – rintangan yang menghadang dalam setiap usaha.
Semangat harus tetap dipelihara untuk melangkah sampai pada titik akhir dan kitapun harus terus memotivasi diri untuk membangkitkan kekuatan dasyat yang tersimpan dalam setiap manusia.

13)        Menjadi Pemenang
Setiap manusia pasti menginginkan suatu kemenangan. Namun kemenangan apa yang kamu harapkan?
Kemenangan baru dapat dikatakan sebagai kemenangan sejati apabila kita mampu menjadiklan keberhasilan sebagai satu tanggung jawab baru dan menerima kegagalan secara satria.
Dan seorang pemenangpun tidak boleh takut dengan kegagalan tetapi ia harus mampu menjadikan kegagalan sebagai cermin untuk melangkah kearah yang lebih baik.

14)        Jalan Menuju Sukses
Jalan menuju sukses tentunya tidak semulus jalan yang dapat membawa kita ke jurang kehancuran untuk itu kita harus pandai – pandai untuk menjalaninya. Banyak onak dan duri yang dapat menghentikan setiap langkah kita. Jalan pelan – pelan jangan sampai kaki kita tertusuk olehnya, kalaupun sudah tertusuk jangan pernah berhenti untuk terus berjalan. Setiap kali kita mampu melewatinya berarti semakin dekat kita sampai pada pintu kesuksesan. Dan sermakin banyak kepahitan yang kita alami peluang kesuksesan yang kita raihpun kian besar.

15)        Lentera Kebahagiaan
Banyak sekali orang mencari kebahagiaan kemana – mana dan tetap tidak bisa mendapatkannya. Padahal kita bisa menyalahkan lentera kebahagiaan yang ada pada diri kita.
Tidaklah usah kita mencari kebahagiaan namun ciptakan kebahagiaan itu sendiri dan kebahagiaan tidak tergantung dimana dan apa yang kita miliki, tetapi ia murni ada pada pikiran dan hati kita.
Jika kita tidak bahagia pada satu tempat sudah dipastikan kitapun tidak akan bahagia pada tempat yang lain. Untuk itu janganlah melakukan pekerjaan yang sia – sia untuk mencari kebahagiaan untuk diri kita sendiri. Dan tidak ada satupun orang lain yang bisa membuat kita bahagia selain diri kita sendiri.

16)        Selalu Terdepan
Ada sebagian orang memulai dengan lari sekencang – kencangnya dengan satu ambisi yang membabi buta untuk menjadi yang terdepan tetapi tidak lama kemudian ia ambrukl di tengah jalan kerena kelelahan.
Ada juga sebagaian orang memulai lari dengan kecepatan seperlunya sambil terus menjaga stamina agar bisa sampi di garis finis dengan selamat. Dan mereka ini adalah orang – orang yang tidak berambisi untuk mengalahkan siapapun. Yang ada pada benaknya adalah bagaimana dirinya mampu sampi ke tempat tujuan dan tidak berhenti ditengah jalan. Karena orang – orang seperti mereka ini paham satu perjalanan sangatlah panjang dan tidak berhenti pada satu garis finish saja. Satu titik  telah tercapai ada titik – titik lain yang harus dicapai yang telah menanti didepan.

17)        Pengambil Keputusan Yang Hebat
Seringkali manusia dihadapkan dalam memutuskan sesuatu dalam waktu yang sangat sempit. Manusia itu tidak punya banyak waktu untuk menimbang. Dan jika situasi yang dihadapi seperti itu maka yang perlu dilakukan adalah berusaha setenang mungkin dan pikiran harus tetap jernih, menggunakan logika dan nurani lalu memantapkan hati untuk putuskan apapun itu.
Ketika sesuatu diputuskan tidak serta merta tanggung jawab sang pengambil keputusan menjadi kurang tetapi ia juga harus mempersiapkan diri untuk menerima konsekwensi dari apa yang ia putuskan.
Mengambil keputusan adalah memilih resiko yang paling minimal dan mencari hasil yang maksimal.

18)        Menaklukan Masa – masa Sulit
Tidak ada makhluk dimuka bumi yang terlepas dari pasang surutnya kehidupan. Bila kita sanggup tertawa untuk setiap menerima setiap kemenangan, lalu bagai mana dengan masa – masa sulit yang menghampiri kita? Jangan menyerah karena itu merupakan bagian hidup yang harus kita lakukan.
Semakin piawai kita mengatasi setiap kesulitan semakin meningkat pula kualitas hidup kita.

19)        Menjual Dengan Sukses
Jika kita menjual sekali lalu orang membeli itu belum termasuk sukses dalam menjual, sebab mungkin karena orang tersebut memang lagi membutuhkan apa yang kita jual.
Jika kita mejual berkali – kali pada orang yang sama dan ditolak hingga akhirnya ia membeli itu baru seorang penjual yang sukses. Karena ia menolalk membeli berkali – kali bisa saja karena ia tidak membutuhkan apa yang kita jual karena seni menjual kita yang baik akhirnya mempu mempengaruhi orang itu untuk membeli.
Didalam menjual bagus tidaknya satu barang tidaklah memegang peranan seratus persen, semua tetap tergantung pada seni penjualan. Barang yang biasa – biasa saja akan menajadi luar biasa jika kita mengerti seni menjual.

20)        Memutar Arah Hidup
Bila kita merasakan hidup yang kita jalani tidak sesuai dengan keinginan hati kita maka segeralah memutar arah.
Jangan takut keadaan yang akan datang yang belum terlihat jelas, karena justru itu adalah satu peluang untuk menuju kehidupan yang lebih baik.
Namun dalam mengubah hidup, kita pun harus cerdik jangan sampai mengorbankan yang besar mendapatkan yang kecil seperti pepatah “Mengharapkan burung yang terbang, burung ditang an dilepaskan” untuk itu kita membutuhkan satu perhitungan yang matang untuk memutuskan guna memutar arah hidup.



21)        Menjadi Pemimpin Yang  Tangguh
Sanggupkah anda mengatakan bahwa suatu keberhasilan adalah berkat usaha anak anda dan setiap kegagalan adalah mutlak kesalahan anda sendiri. Bila anda sanggup melakukan anda sudah layak dikatakan sebagai pemimpin yang tangguh?
Dan bagi seorang pemimpin yang tangguh itu, ia pun tidak mengenal hambatan, karena baginya selalu ada peluang untuk menjadi pemenang.

22)        Cinta dan Kebahagiaan
Cinta akan membawa kebahagiaan bagi siapa saja yang mampu mengungkap tabir dibalik cinta itu sendiri.
Sesungguhnya cinta itu sangat sederhana, sesederhana kata cinta itu sendiri. Bila kita mencintai seseorang banar – benar karena cinta dan tidak mengharapkan apa – apa serta bila kita mampu mencintai seseorang apa adanya tanpa mengharapkan niscaya akan bahagia.

23)        Ketulusan dan Persahabatan
Persahabatan harus didasari dengan ketulusan, karena tanpa ketulusan persahabatan itu tidak mungkin ada.
Seorang sahabat baru menampakan wujudnya di saat kita benar – benar tidak berdaya, disaat semua orang akan pergi meninggalkan kita. Dan persahabatan pun tidak bisa dinilai dengan apapun karena ia terlahir dari sebuah ketulusan dan manusia yang saling mengerti dan saling percaya.

24)        Harapan dan Kesuksesan
Jika manusia hidup tanpa harapan ia tidak bedanya dengan benda mati. Tanpa ada harapan seseorang tidak akan sukses.
Apabila harapan itu adalah semu maka kesuksesan adalah perwujudan yang menjadi nyata. Dan semakin tinggi harapan seseorang maka peluang seseorang untuk meraih kesuksesan yang lebih tinggi pun lebih terbuka karena dengan ada harapan maka tercipta semangat untuk mencapai kesuksesan dan semua kesuksesan berawal dari sebuah harapan.
 
25)        Mennjadi Manusia Yang Berlapang Dada
Tidak ada seseorang pun yang hidupnya menderita bila ia mampu berlapang dada. Berpikir dan berjiwa besar, milihat sesuatu selalu dari segi positifnya membuat seseorang semakin terlatih nuraninya.
Manusia yang berlapang dada tidak pernah menyalahkan apapun, baginya setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Mampu tersenyum dalam keterpurukan dan merasakan alam sekitarnya masih tetap bersahabat dengannya.
Tidak ada yang mampu membuatnya dengki, keberhasilan orang lain pun dianggap sebagai satu anugrah baginya.






Read More

Jumat, 12 April 2013

RENDAHKAN SUARAMU, TINGGIKAN PIKIRANMU DI PERPUSTAKAAN SINI

0
LOWER  YOUR VOICE, RAISE  MIND IN THIS  LIBRARY, OKAY ?

RENDAHKAN SUARAMU, TINGGIKAN PIKIRANMU DI  SINI ! 
Read More

Selasa, 02 April 2013

Senin, 01 April 2013

LINGKUP STANDAR PERPUSTAKAAN SEKOLAH

0
A.STANDAR KOLEKSI
1.Rasio 1 murid 10 judul buku.
2.Penambahan koleksi per th 10% dari jml koleksi.
3.1 judul majalah, 1 judul suratkabar.
4.Buku pelajaran pelengkap.
5.Buku bacaan non fiksi dan buku fiksi dengan perbandingan 60:40.
6.Materi referensi kamus bahasa Inggris (pendidikan dasar dan menengah), kamus bahasa daerah, bahasa Jerman, Prancis, Jepang, Arab, Mandarin (pendidikan menengah), kamus subyek, ensiklopedi, sumber biografi, atlas, peta, bola dunia, serta buku telepon.
7.Menyediakan sumber informasi elektronik termasuk internet.
B.STANDAR TENAGA
- Kepala perpustakaan bertanggung jawab kepada kepala sekolah
- Kepala perpustakaan adalah tenaga perpustakaan sekolah atau tenaga kependidikan min. D2 bid ilmu perpustakaan dan informasi atau D2+ sertifikat pendidikan ilmu perpustakaan.
- Tenaga perpustakaan min. pendidikan menengah+ pelatihan kepustakawanan dari lembaga diklat yang terakreditasi
C.STANDAR LAYANAN
• Jam buka 8 jam/hari
• Layanan :
* Sirkulasi
* Referensi
* Pendidikan pengguna
D. STANDAR SARANA DAN PRASARANA
Ruang Perpustakaan
- SD/MI 56 M²
- SMP/MTS 126 M²
- SMA, MA, SMK DAN MAK 168 M²
E. STANDAR PENGELOLAAN
PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA
• Diorganisasi agar dapat ditemubalik secara cepat • Bahan perpustakaan dideskripsikan, diklasifikasi, disusun scr sistematis dengan :
* Pedoman deskripsi bibliografis.
* Bagan Klasifikasi.
* Pedoman Tajuk subjek.
* Pedoman penentuan tajuk entri utama.
F. STANDAR PENYELENGGARAAN Anggaran: 5 % dari total anggaran sekolah di luar belanja pegawai dan pemeliharaan serta perawatan gedung
Read More

KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI DAN OTONOMI DAERAH NOMOR 3 TAHUN 2001

0
MENTERI DALAM NEGERI DAN OTONOMI DAERAH REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI DAN OTONOMI DAERAH
NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG PERPUSTAKAAN DESA / KELURAHAN

Menimbang :

 a. bahwa dalam rangka mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat, serta menunjang pelaksanaan pendidikan nasional, perlu dikembangkan salah satu sumber berlajar bagi masyarakat dalam bentuk Perpustakaan Desa / Kelurahan ; 

b. bahwa penyelenggaraan Perpustakaan Desa / Kelurahan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah. 

 Mengingat :

1. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3390) ; 

2. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839) ;
3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antar Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848) ;
4. Peraturan Pemerinah Nomor 73 Tahun 1991 tentang Pendidikan Luar Sekolah (Lembaran Negara Tahun 1991 Nomor 95, Tambahan Lembaran Negara 3461) ;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Pemerintah Propinsi sebagai Daerah Otonomi (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952) ;
6.Keputusan Presiden Nomor Tahun tentang Pedoman Umum Pengaturan Mengenai Desa ;
7.Keputusan Presiden Nomor …. Tahun …. Tentang Penataan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa atau Sebutan Lain.
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI DAN OTONOMI DAERAH TENTANG PERPUSTAKAAN DESA / KELURAHAN
Pasal 1
Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :
1.Pemerintah, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, Pemerintah Kelurahan, Desa dan Kelurahan adalah pengertian sebagaimana dimaksud di dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Desa.
2.Perpustakaan Desa / Kelurahan adalah wadah penyediaan bahan bacaan sebagai salah satu sumber belajar bagi masyarakat dalam rangka mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat, serta menunjang pelaksanaan pendidikan nasional.
3.Sumber belajar bagi masyarakat adalah setiap bahan bacaan yang dapat dibaca dan dipelajri oleh masyarakat dalam upaya meningkatkan pengetahuan, menambah wawasan, membentuk sikap dan prilaku, serta mengembangkan keterampilan terapan yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidupnya.
4.Bahan bacaan adalah semua media cetak yang disediakan bagi masyarakat dalam bentuk buku, majalah, tabloit, brosur, surat kabar, lelaflet dan bahan cetakan lainnya yang bersifat informatif yang dapat dibaca, dipelajari dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat.
5.Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa adalah pengertian sebagaimana tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor …. Tahun ….. tentang Penataan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa atau sebutan Lainnya.
6.Lembaga-lembaga masyarakat adalah seluruh orgnisasi dan lembaga masyarakat yang memberikan dukungan dan kepedulian terhadap pengembangan Perpustakaan Desa / kelurahan.
7.Kalangan Dunia Usaha adalah seluruh badan usaha privat dan badan usaha publik yang memberikan dukungan dan kepedulian terhadap pengembangan Perpustakaan Desa / Kelurahan.
8.Swadaya Masyarakat adalah setiap upaya pengembangan Perpustakaan Desa / Kelurahan yang dilakukan atas prakarsa, kepedulian dan keiklasan masyarakat baik perorangan maupun kelompok.
Pasal 2
(1)Perpustakaan Desa / Kelurahan berkedudukan dan diselenggarakan di setiap Desa / Kelurahan.
(2)Pembentukan Perpustakaan Desa / Kelurahan harus disepakati oleh masyarakat melalui proses musyawarah di dalam forum Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa dan mengikut sertakan lembaga pendidikan yang ada.
(3)Pembentukan Perpustakaan Desa ditetapkan dengan Peraturan Desa dan Pembentukan Perpustakaan Kelurahan ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten / Kota.
Pasal 3
(1). Untuk mewujudkan keberhasilan pengelolaan Perpustakaan Desa / Kelurahan dapat dibentuk organisasi pengelolaan Perpustakaan Desa / Kelurahan, dengan ketentuan :
a.Susunan organisasi pengelola Perpustakaan Desa / Kelurahan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing Desa / Kelurahan.
b.Pengelola Perpustakaan Desa / Kelurahan perlu disepakati oleh masyarakat melalui proses musyawarah melalui proses musyawarah di dalam forum Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa / Keputusan Kepala Kelurahan.
c.Pengelola Perpustakaan Desa / Kelurahan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Desa / Keputusan Kepala Kelurahan.
(2). Dalam hal tidak dibutuhkan pembentukan organisasi pengelola Desa/Kelurahan secara khusus, pengelola-an Perpustakaan Desa/Kelurahan dapat dipercayakan pada lembaga masyarakat yang ada di Desa/ Kelurahan. (3). Lembaga masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) antara lain Tim Penggerak PKK Desa, Organisasi Kepemudaan, aatau lembaga masyarakat lainnya yang ada di masing-masing Desa/Kelurahan.
Pasal 4
(1)Pengelolaan Perpustakaan Desa/Kelurahan wajib memberikan pelayanan secra tepat dan cepat kepada setiap pihak yang membutuhkan bahan bacaan dari Perpustakaan Desa/Kelurahan.
(2)Setiap pihak yang menerima pelayanan bahan bacaan dari Perpustakaan Desa/Kelurahan memiliki “ikatan perjanjian” dengan pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan, dengan ketentuan :
a.Semua peminjam wajib mengembalikan semua bahan bacaan yang dipinjamkannya kepada Perpustakaan Desa/Kelurahan ;
b.Kelalaian dalam mengembalikan pinjaman bahan bacaan dari Perpustakaan Desa/Kelurahan yang dapat merugikan pihak lain yang membutuhkan bahan bacaan yang sama dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang ditetapkan didalam Peraturan Desa tentang Perpustakaan Desa dan atau Peraturan Daerah tentang Perpustakaan Kelurahana.
(3).Dalam rangka mewujudkan tertib pengelolaan Perpustakaan Desa/Kelurahan, setiap pihak yang membutuhkan pelayanan bahan bacaan dari Perpustakaan Desa/Kelurahan dapat ditetapkan sebagai anggota Perpustakaan Desa/Kelurahan.
(4).Setiap anggota Perpustakaan Desa/Kelurahan memiliki hak dalam memperoleh pelayanan bahan bacaan, memiliki kewajiban dalam mengembalikan bahan bacaan yang dipinjamkan kepadanya, dan memiliki kesediaan dalam menyumbangkan bahan bacaan yang dipunyai untuk menjadi milik Perpustakaan Desa/Kelurahan.
(5).Untuk meningkatkan jumlah dan jenis bahan bacaan yang tersedia pada Perpustakaan Desa/Kelurahan, pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan dapat menerima sumbangan bahan bacaan dari pihak lain yang bukan anggoita Perpustakaan Desa/Kelurahan, baik perorangan, Lembaga Pemeintah, Lembaga Masyarakat dan kalangan Dunia Usaha.
Pasal 5
Pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan memiliki hubungan fungsional dengan pengelola Perpustakaan Sekolah yang ada di Desa/Kelurahan sehingga wajib mendukung penyediaan dan pemberian pelayanan bahan bacaan kepada para siswa dimasing-masing Desa/Kelurahan.
Pasal 6
Sumber pembiayaan pengelolaan Perpustakaan Desa/Kelurahan dapat diperoleh dari swadaya masyarakat. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sumber dana Luar Negeri sesuai dengan ketentuan Peraturan Undang-undang yang berlaku, serta sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
Pasal 7
(1)Kepala Desa/Kepala Kelurahan atau tokoh masyarakat yang ditetapkan oleh Kepala Desa/Kepala Kelurahan merupakan Pembina Perpustakaan Desa/Kelurahan.
(2)Pemerintah dan Pemerintah Daerah dapat memfasilitasi Pemerintah Desa/Kelurahan dalam membina Perpustakaan Desa/Kelurahan.
(3)Pemerintah Daerah dapat membina penyelenggaraan Perpustakaan Desa/Kelurahan sesuai dengan ruang lingkup kewenangan.
Pasal 8
Dengan berlakunya Keputusan ini, maka Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 1984 tentang Pelaksanaan Penyelenggaraan Perpustakaan Desa / Kelurahan dinyatakan tidak berlaku lagi.
Pasal 9
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 8 Januari 2001 MENTERI DALAM NEGERI DAN OTONOMI DAERAH SURJADI SOEDIRDJA
Read More