BAB III
KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan Belajar 1: Konsep Pembimbingan dan Karakter Pembimbing
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bagian ini diharapkan, pembimbing akan mampu:
a. memahami konsep pembimbingan
b. memahami karakter pembimbing
c. memahami kompetensi yang diperlukan dalam pembimbingan
d. mengaplikasikan kompetensi dalam pembimbingan guru pemula
B. Uraian
Sebagai seorang guru, tugas membimbing guru lain
merupakan bagian yang tidak terpisahakan dari tugas pokok dan fungsinya. Salah
satu bentuk tugas membimbing guru adalah membimbing
guru
pemula yang bertugas di sekolah yang bersangkutan. Dalam melaksanakan tugas
PIGP, pembimbing akan bekerja sama dengan guru pemula setelah guru yang
bersangkutan ditunjuk atau diberi
tugas oleh kepala sekolah. Sementara itu, guru
pemula telah mengikuti analisis kebutuhan yang
dilakukan oleh kepala sekolah untuk menentukan kebutuhan
pengembangan guru pemula tersebut.
Pelaksanaan pembimbingan guru pemula dapat dimulai pada bulan kedua guru
tersebut bertugas di sekolah.
Pembimbingan dan Karakter Pembimbing
Istilah pembimbing biasanya diasosiasikan dengan konsep
penasehat dan pembimbing yang terpercaya dan juga dikaitkan dengan pengertian
hubungan yang dilandasi kepercayaan dan penuh
makna antara pembimbing dan orang yang dibimbingnya.
32 Modul PIGP bagi Pembimbing
Pada umumnya pengertian pembimbingan adalah proses pemberian dukungan,
bimbingan, dan saran-saran kepada kolega yang belum berpengalaman dari
seseorang yang lebih ahli dan berpengalaman.
Berdasarkan pengertian di atas maka seorang pembimbing berkewajiban:
membantu guru pemula mengembangkan
pengetahuan dan kompetensi profesional praktis yang tepat
(pengalaman dan konsep) dalam pembelajaran
mendorong guru pemula mengembangkan pemahaman yang dalam tentang asumsi yang diambil dari pengetahuan
profesional praktis untuk pembelajaran (Elliot and Calderhead 1993) memberikan dukungan
emosional dan psikologis bagi guru pemula
membantu guru pemula menyesuaikan diri dengan budaya
sekolah
memberikan peluang pengembangan kepribadian dan
profesionalisme guru pemula (Gold 1996).
Dari kewajiban seperti yang diuraikan di atas, coba saudara lakukan
evaluasi diri tentang skala kekuatan dalam melakukan kewajiban membimbing
dengan memberikan tanda check pada kolom di bawah ini serta
memberikan alasan mengapa skala tersebut yang Saudara pilih.
Kewajiban Skala kekuatan Alasan SK* K* TK*
Membantu guru pemula mengembangkan pengetahuan dan kompetensi
profesional praktis yang tepat dalam pembelajaran
Memberikan dukungan emosional dan psikologis bagi guru
pemula
Membantu guru pemula menyesuaikan diri dengan budaya sekolah
Memberi peluang pengembangan kepribadian dan profesionalisme guru pemula
Catatan: SK (sangat kuat), K (kuat),
TK (tidak kuat)
Karakteristik dan Kompetensi Pembimbing
Guru pemula yang bertugas di sekolah memiliki berbagai hambatan terutama
hambatan psikologis. Oleh karena itu, guru pemula memerlukan dukungan dan
bimbingan dari sesama guru yang lebih berpengalaman di sekolah yaitu
pembimbing. Karakter utama seorang pembimbing yang
ideal untuk guru pemula dapat diuraikan secara umum sebagai berikut.
Pembimbing yang ideal:
1. mampu berempati dengan situasi yang dihadapi guru pemula dan
memberi dukungan psikologis dan sosial,
2. dianggap sebagai panutan, baik oleh guru lain maupun peserta
didik,
3. mampu menjadi sosok panutan dalam bersosialisasi dengan anak-anak
dan remaja,
4. mampu berbagi dan menjelaskan praktik mengajarnya dengan orang
lain,
5. bersikap ramah, mudah didekati, jujur dan adil,
6. mampu melakukan dialog yang baik dan jujur tentang kinerja guru
pemula, mendorong dan memotivasi guru pemula,
7. memiliki pengetahuan akademik mutakhir, mampu menjelaskan filosofi
pendidikan yang dianut dan mampu serta bersedia membaginya dengan orang lain,
8. dapat berkolaborasi dengan guru-guru lain dalam meningkatkan
proses belajar-mengajar di ruang kelas ( pada kegiatan mengajar),
9. memahami bahwa pembelajaran profesional guru lebih dari sekedar
transmisi pendekatan, perilaku serta prosedur pada seorang pemula.
10. mampu menginisiasi, menumbuhkembangkan kebiasaan kolaboratif dan
reflektif terhadap praktik mengajar, dan karenanya
mampu mengkonseptualisasikan pembelajaran guru menjadi lebih dari sekedar
transmisi praktik serta prosedur sekolah.
Dari sembilan karakter
utama di atas, karakter apa saja yang menurut Saudara telah Suadara
miliki. Gunakan tabel berikut untuk mengidentifikasinya. Berikan
tanda check pada kolom
Sudah atau Belum sesuai dengan penilaian diri sendiri.
No
|
Karakter utama
|
milik diri
|
|
Sudah
|
Belum
|
||
1
|
dapat berempati dengan situasi yang dihadapi guru pemula dan
memberi dukungan psikologi-sosial
|
||
2
|
dianggap sebagai panutan, baik oleh guru lain maupun peserta
didik
|
||
3
|
mampu menjadi sosok panutan dalam berhubungan dengan anak-anak dan
remaja
|
||
4
|
mampu berbagi dan menjelaskan praktik mengajar dengan orang
lain
|
||
5
|
bersikap ramah, mudah didekati, jujur dan
adil
|
||
6
|
mampu melakukan dialog yang baik dan jujur tentang kinerja guru pemula,
mendorong dan memotivasi guru pemula
|
||
7
|
memiliki pengetahuan akademik mutakhir, mampu menjelaskan filosofi
pendidikan yang dianut dan mampu serta bersedia membaginya dengan orang
lain
|
||
8
|
dapat berkolaborasi dengan guru-guru lain dalam meningkatkan proses
belajar-mengajar
|
||
9
|
memahami bahwa pembelajaran profesional guru lebih dari sekedar transmisi
pendekatan, perilaku serta prosedur pada seorang pemula
|
||
10
|
mampu menginisiasi, menumbuhkembangkan kebiasaan kolaboratif dan
reflektif terhadap praktik mengajar, dan karenanya mampu
mengkonseptualisasikan pembelajaran guru menjadi lebih dari sekedar transmisi
praktik serta prosedur sekolah
|
||
Disamping karakter di atas, pembimbing sebaiknya juga:
jika mungkin, mengajar murid yang
sama atau mengajar di kelas yang sama dengan guru pemula, mengajar dilokasi
yang dekat dengan guru pemula bertugas,
berjenis kelamin sama dengan guru pemula yang dibimbing jika memungkinkan,
Karakteristik Guru Profesional
Evaluasi dan pengamatan terhadap guru
pemula harus difokuskan pada pembelajaran yang berkualitas.
Kerangka kerja standar yang menjadi dasar evaluasi kompetensi guru telah
lama digunakan secara umum dalam sepuluh tahun terakhir. Hal ini semakin
mengharuskan guru pemula untuk dilibatkan dalam program
induksi secara formal agar yang bersangkutan segera dapat
berkembang menjadi guru yang profesional.
Guru-guru yang profesional memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
mengetahui secara pasti tentang konten mata pelajaran yang
diajarkan dan bagaimana mengajarkan konten tersebut pada murid
mengenal baik murid-muridnya dan mengetahui
bagaimana mereka belajar
membuat rencana, penilaian dan laporan untuk proses
pembelajaran yang efektif
berkomunikasi secara efektif dengan murid menciptakan dan
mempertahankan lingkungan pembelajaran yang aman dan
menantang melalui keahliannya dalam pengelolaan kelas
selalu meningkatkan pengetahuan serta praktik profesional
mereka
merupakan anggota aktif di kelompok/organisasi profesi
maupun di lingkungan masyarakat (Institut Keguruan NSW, 2004).
Gunakan tabel berikut untuk mengidentifikasi ciri-ciri guru profesional
yang telah ada pada diri Saudara. Berilah tanda check pada masing-masing ciri
bila ciri tersebut menurut penilain Saudara telah Saudara miliki. Buatlah
rencana pengembangan untuk ciri-ciri yang belum ada dan tuliskan pada kolom Rencana
pengembangan. Ciri guru profesional ada belum ada Rencana
pengembangan mengetahui secara pasti tentang konten mata pelajaran
yang diajarkan dan bagaimana mengajarkan konten tersebut pada murid mengenal
baik murid-muridnya dan mengetahui bagaimana mereka belajar membuat
rencana, penilaian dan laporan untuk proses pembelajaran yang
efektif berkomunikasi secara efektif dengan murid menciptakan dan mempertahankan lingkungan pembelajaran
yang aman dan menantang melalui keahliannya dalam pengelolaan
kelas selalu meningkatkan pengetahuan serta praktik profesional
mereka merupakan anggota aktif di kelompok/organisasi profesi
maupun di lingkungan masyarakat
C. Rangkuman
Pembimbingan adalah proses pemberian dukungan, motivasi, dan saran-saran
kepada guru pemula yang belum cukup berpengalaman di sekolah/ madrasah tempat
mereka bertugas dari pembimbing (seseorang yang lebih ahli dan berpengalaman)
yang ditugaskan oleh kepala sekolah. Pembimbing memiliki karakteristik
tertentu yang diperlukan untuk mendukung pengembangan
kompetensi guru pemula. Pembimbing hendaknya mengetahui karakteristik
pembelajaran yang berkualitas serta karakteristik guru profesional
D. Refleksi
Renungkan karakter dan kompetensi yang Bapak/Ibu miliki yang dapat
dikembangkan untuk dapat menjadi pembimbing yang ideal. Identifikasikan sifat
atau sikap yang menurut Bapak/Ibu akan
menjadi penghambat dalam membimbing guru pemula. Bagaimana cara mengurangi
sifat atau sikap yang menghambat tersebut? Lihat Format 3 pada bagian lampiran
modul ini.
Kegiatan Belajar 2: Pengalaman, Prinsip dan Ruang Lingkup
Pembimbingan
A. Tujuan pembelajaran
Setelah mempelajari bagian ini diharapkan, pembimbing diharapkan akan
mampu:
a. Mengidentifikasi pengalaman pembimbingan yang pernah
dilakukan
b. Menentukan sasaran pembimbingan
c. Menyiapkan dan mengisi Rencana Pengembangan Keprofesian
d. Memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip pembimbingan
e. Memahami ruang lingkup pembimbingan
B. Uraian
1. Pengalaman sebagai Pembimbing
Pengalaman sebagai pembimbing baik membimbing sesama guru maupaun
membimbing orang lain dapat menjadi landasan yang baik dalam mendukung
dan mengembangkan kompetensi
guru pemula selama program induksi berlangsung. Untuk itu guru
pembimbing perlu merefleksikan pengalaman tersebut, terutama terkait dengan
hal-hal berikut:
a. Pembimbingan yang pernah dialami pada awal masa karirnya
sebagai guru;
b. Pelajaran yang berarti dan berpengaruh terhadap sikap atau
perilaku;
c. Orang lain yang telah berjasa dalam membuka dan mengembangkan
bakat;
d. Orang yang memiliki pengaruh kuat pada dirinya.
Untuk memudahkan dalam melakukan refleksi ini, pembimbing dapat menggunakan
tabel berikut dan mengisinya pada kolom keterangan yang berisikan nama
kegiatan pembimbingan yang pernah
Saudara alami pada awal masa karir sebagai guru, pelajaran yang
berarti yang dapat diperoleh dari pembimbingan tersebut, nama orang yang paling
berjasa dalam membuka dan mengembangkan bakat
serta orang yang berpengaruh kuat pada diri Saudara. Untuk keterangan
nama orang pada baris ke tiga dan keempat harus dituliskan pula
nilai-nilai kehidupan yang dapat Saudara dapatkan dari mereka seperti
ketulusan, keikhlasan, pengabdian, kejujuran, keteguhan dan sebagainya.
Item Refleksi
Keterangan
Pembimbingan yang pernah saya alami pada awal masa karirnya sebagai guru
Pelajaran yang berarti dan berpengaruh terhadap sikap atau perilaku dari
pembimbingan
Orang lain yang telah berjasa dalam membuka dan mengembangkan bakat saya
Orang yang memiliki pengaruh kuat pada diri saya
Berdasarkan isian tabel di atas, rencana apakah yang ingin Saudara
lakukan terkait dengan tugas menjadi pembimbing bagi guru pemula di
sekolah?
2. Menentukan Sasaran dan Menyiapkan Rencana Pengembangan
Keprofesian
Setelah masa awal orientasi Sekolah/Madrasah dan periode membiasakan
diri dengan rutinitas Sekolah/Madrasah (satu bulan) pembimbing
diharapkan bertemu dengan guru pemula untuk menyiapkan Rencana
Pengembangan Keprofesian untuk waktu 11 bulan selanjutnya.
Rencana pengembangan ini meliputi beberapa sasaran yang
terfokus pada kompetensi yang akan dikembangkan lebih lanjut yang
diidentifikasi oleh guru pemula dan pembimbing.
Dalam menentukan sasaran ini, pembimbing juga dapat berkonsultasi dengan
kepala sekolah berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang telah dilakukan.
Sasaran ini selanjutnya
diformulasikan ke dalam tujuan pembimbingan. Misalnya sasaran pengembangan
keprofesian adalah pengelolaan kelas, maka kompetensi dalam pengelolaan kelas
menjadi tujuan pembimbingan
dan dirumuskan (misalnya) menjadi: mengembangkan kemampuan guru pemula
dalam pengeloaan kelas.
3. Prinsip-prinsip Pembimbingan
Prinsip-prinsip pembimbingan guru pemula adalah:
a. Profesionalisme
Profesionalisme mengacu kepada sikap mental yang
menunjukan komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa
mewujudkan dan meningkatkan kualitas pekerjaannya. Seorang guru yang memiliki
profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta
komitmenya untuk selalu meningkatkan kualitas profesionalisme
dengan berbagai cara dan strategi. H.
Mohamad Surya menyatakan bahwa kualitas profesionalisme
ditunjukkan oleh lima ciri yaitu; (1) Keinginan untuk selalu menampilkan
perilaku yang mendekati standar ideal. (2) Meningkatkan dan memelihara citra
profesi. (3) Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan
profesional yang dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan
keterampilannya. (4) Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi. (5)
Memiliki kebanggaan terhadap profesinya.
Dengan demikian yang dimaksud dengan prinsip profesionalisme dalam
pembimbingan pada program induksi adalah sebagai berikut:
Pembimbing memiliki komitmen untuk mengembangkan kompetensi guru pemula sesuai
dengan standar profesi guru.
Standar kompetensi guru merupakan acuan dalam pengembangan
kompetensi guru pemula.
Pembimbingan tidak sekedar menekankan kompetensi
pedagogik dan profesional tetapi seluruh juga kepribadian dan sosial
sehingga guru pemula dapat mengembangkan diri sebagai model perilaku yang
baik.
Dalam memberikan masukan kepada guru pemula,
· pembimbing
selalu menggunakan/menunjukkan data atau bukti atau dokumen dari kegiatan yang
telah dilakukan. Pembimbing tidak memasukkan faktor-faktor
· emosi/
persoalan pribadi dalam membimbing guru pemula. Tujuan akhir
pembimbingan adalah peningkatn
· hasil
belajar anak didik.
b. Kesejawatan
Kesejawatan pada dasarnya menunjukkan rasa kebersamaan di
antara pembimbing dan guru pemula. Kesejawatan dalam
pembimbingan ini diwujudkan dalam bentuk rasa
kekeluargaan dalam mengembangkan kompetensi guru pemula. Dengan demikian
pembimbing akan: Dapat dan mau
· membagi ide
(gagasan) yang baik untuk pengembangan proses pembelajaran.
Berbagi pengalaman baik yang diperoleh dari
·
pembelajaran di sekolah maupun dari pengalaman yang diperoleh sepanjang masa
karirnya sebagai guru.
Bekerjasama
· dengan guru
pemula untuk pengembangan ilmu dan peningkatan proses
pembelajaran.
Member
·i motivasi
kepada guru pemula sehingga mampu meningkatkan
proses pembelajaran dengan pemanfaatan lingkungan, sumber daya manusia dan
masyarakat di sekitar sekolah secara patut.
c. Akuntabel
Akuntabel dalam pembimbingan berarti bahwa setiap tindakan dan
kebijakan dalam membimbing selalu bisa dijelaskan dasarnya dan
dipertanggungjawabkan sepenuhnya secara akademik.
Artinya, tindakan dalam pembimbingan yang diambil memenuhi asas-asas (1)
punya dasar hukum dan dengan tata cara yang sesuai peraturan yang berlaku; (2)
tindakan dilakukan dan keputusan diambil
tidak melebihi kewenangan sebagai pembimbing dan (3) proses
pembimbingan juga mencakup segi kepantasan, kode etik guru dan mempertimbangkan
rasa keadilan.
d. Berkelanjutan
Pembimbingan kepada guru atau rekan sejawat bukan program
sesaat yaitu tidak berhenti secara substansial setelah selesainya masa
pembimbingan dalam program induksi. Semangat membimbing terus berlanjut
sepanjang masa karir sebagai guru. Disamping itu pembimbingan ini terkait
dengan pengembangan kompetensi guru yang mendukung pengembangan keprofesian
berkelanjutan
(PKB) yang menuju pada perbaikan pendidikan sesuai dengan tuntutan
perkembangan zaman.
4. Tugas dan Ruang Lingkup Pembimbingan
Tugas seorang pembimbing secara umum adalah membantu guru pemula
mengembangkan kompetensi guru yang sesuai dengan kondisi dan lingkungan sekolah
sehingga yang bersangkutan dapat
segera beradaptasi dan bertugas menjadi guru yang profesional.
Oleh karena itu sorang pembimbing:
bertanggung jawab menangani orientasi sekolah· dan
komunitas setempat terhadap satu atau dua orang guru pemula;
bekerjasama dengan kepala sekolah, m·engelola penyampaian modul induksi pada guru pemula.
Jika ada lebih dari satu orang guru pemula dan pembimbing, penyampaian
modul-modul ini dapat dikoordinasi dan dibagi bersama di antara pembimbing.
Penyampaian modul dapat dilakukan saat pertemuan rutin selama tahun pertama
mengajar;
bertugas membantu guru pemula menetapkan· tujuan profesional dan RPP profesional guru
pemula selama tahun pertama mengajar;
bertanggung jawab menetapkan hubungan yang· bersifat suportif dan dukungan informal
berkelanjutan terhadap guru pemula.
Setiap pembimbing dan guru pemula harus menyisihkan waktu mendiskusikan
hal-hal terkait dengan praktik mengajar di ruang kelas, penyusunan RPP, dan
manajemen ruangan kelas;
mengobservasi kegiatan mengajar guru pemula· di ruang kelas, selain memberikan peluang
bagi guru pemula untuk mengobservasi kegiatan mengajar guru-guru panutan lain,
termasuk dari pembimbing sendiri;
membantu mengevaluasi kegiatan dan Rencana· Pelaksanaan Pembelajaran Keprofesian guru
pemula.
Program bimbingan yang diberikan kepada guru pemula hendaklah
berbasis sekolah yang berarti sesuai dengan konteks dan kebutuhan
sekolah tempat guru tersebut bertugas. Dengan demikian pembimbingan ini
dituntut dapat:
menyajikan kerangka kerja untuk mendukung· guru-guru yang baru ditunjuk beserta pembimbing
mereka;
mempertimbangkan kebutuhan guru pemula· sebagai pelajar dewasa dan menerapkan strategi
yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan profesionalisme mereka;
membina · karakter mengajar yang baru muncul dari guru-guru pemula dan
membantu partisipasi penuh mereka dalam ruang lingkup profesi dan lingkungan
sekolah;
menekankan pentingnya pembelajaran pro·fesionalisme jangka panjang untuk para
guru;
memberi apresiasi atas tercapainya kesuksesan·
profesional, menyediakan kerangka kerja yang suportif berbasis kesejawatan
dalam mengatasi masalah dan tantangan;
berpotensi mengubah lingkungan seko·lah melalui sinergi yang tercipta dari
hubungan kesejawatan di berbagai tahapan karir, bekerjasama dalam siklus
berkelanjutan menuju peningkatan, serta
membantu menumbuhkembangkan komunitas pembelajaran profesional
berbasis sekolah. (Education Queensland 2009).
Ruang lingkup pembimbingan
terhadap guru pemula meliputi pembimbingan untuk mengembangkan
empat domain kompetensi, pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
Oleh karena itu seorang pembimbing hendaknya memahami apakah
guru pemula telah dapat menunjukkan indikator kompetensi tersebut. Untuk
lebih jelasnya kompetensi tersebut perlu dibahas pada bagian berikut:
a. Kompetensi pedagogik.
Domain kompetensi pedagogik ini mencakup tujuh sub kompetensi
yaitu:
1). Memahami latar belakang siswa
2). Memahami teori belajar
3). Pengembangan kurikulum
4). Aktivitas pengembangan pendidikan
5). Peningkatan potensi siswa
6). Komunikasi dengan siswa
7). Penilaian & evaluasi
b. Kompetensi kepribadian.
Domain kompetensi ini mencakup tiga sub kompetensi yaitu:
Berperilaku sesuai dengan norma, kebiasaan dan hukum di
Indonesia
Kepribadian matang dan stabil
Memiliki etika kerja dan komitmen serta kebanggaan menjadi
guru
c. Kompetensi sosial.
Domain kompetensi ini mencakup dua sub kompetensi yaitu:
· Berperilaku
inklusf, objektif, dan tidak pilih kasih
· Komunikasi
dengan guru, pegawai sekolah/madrasah,orang tua, dan masyarakat
d. Kompetensi profesional.
Domain kompetensi ini mencakup dua elemen kompetensi yaitu:
Pengetahuan dan pemahaman tentang struktur, isi dan
standard kompetensi mata pelajaran, serta tahap-tahap
pengajaran
Profesionalisme yang meningkat melalui refleksi diri
Untuk mengetahui lebih rinci semua sub kompetensi di atas serta
indikator yang menunjukkan ketercapaiannya masing-masing, lihat tabel Elemen
Kompetensi dan Indikator Capaian yang terdapat pada lampiran modul ini.
Kemudian untuk menentukan nilai capaian
pada masing-masing sub kompetensi, lihat tabel Kriteria Penilaian yang
tersedia pada bagian lampiran modul ini juga.
C. Rangkuman
Pembimbingan dalam PIGP adalah kegiatan yang dilakukan guru pembimbing
untuk bekerjasamadengan guru pemula agar yang bersangkutan segera
dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dimana dia bertugas. Dengan
bekerja sama untuk mendukung dan memotivasi guru pemula tersebut diharapkan
yang bersangkutan segera dapat melaksanakan tugas sebagai guru profesional.
D. Refleksi
Pernahkan Anda melakukan pembimbingan? Jika sudah pernah bagaimana
tahap-tahap pembimbingan tersebut? Mohon untuk merenungkan manfaatnya sebagai
tugas Bapak/Ibu sehingga dapat meningkatkan efektivitas proses
pembimbingan dan berdampak pada peningkatan profesionalisme
guru pemula. Mohon Bapak/Ibu mengisi format-format dalam lampiran 2
sebagai refleksi.
Kegiatan Belajar 3: Konsep dan Latihan Pembimbingan
A. Tujuan pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini diharapkan pembimbing akan dapat:
a. Memahami proses pembimbingan guru pemula
b. Melakukan pembimbingan praobservasi, observasi dan pasca observasi
B. Uraian
Guru pemula pada saat mendapatkan penugasan di sekolah biasanya mengalami
berbagai peroalan psikologis seperti rasa takut, tegang menghadapi siswa, tidak
percaya diri dalam kelas, juga malu untuk bertanya kepada guru lain apalagi
kepada kepala sekolah. Sementara guru pemula itulah yang akan melanjutkan
melaksanakan pembelajaran bagi anak-anak di masa mendatang. Oleh karena itu
guru yang diberi tugas membimbingnya seyogyanya memahami kondisi psikis
tersebut dan memberikandukungan moral serta motivasi bagi guru pemula.
Setelah mengetahui hasil analisis kebutuhan guru
pemula untuk pengembangan kompetensinya, pembimbing dan guru
pemula menyusun rencana pengembangan keprofesian bagi guru pemula
selama satu tahun. Berdasarkan rencana tersebut pembimbing akan memantau
perkembangan guru pemula dalam beradaptasi dan berlatih menyelesaikan berbagai
persoalan yang terkait dengan kegiatan pembelajaran.
Dalam masa pembimbingan tersebut, guru
pembimbing hendaknya selalu memberi informasi kepada kepala sekolah tentang
perkembangan guru pemula. Hal ini penting karena bila guru pemula memerlukan
pengembangan khusus maka kepala sekolah sejak dini telah mengetahuinya sehingga
dapat menyiapkan program yang tepat bagi guru pemula tersebut. Pengembangan
yang bersifat khusus tersebut sering tidak bisa diakomodir dalam proses
pelaksanaan pembelajaran di kelas, tetapi mungkin menuntut keterlibatan pihak-
pihak di luar sekolah, sebagai contoh kepercayaan diri guru pemula dalam
berinteraksi dengan orang tua atau wali siswa. Untuk itu, kepala sekolahlah
yang memiliki wewenang untuk mengatur pertemuan orang tua murid dengan
fihak sekolah dimana guru pemula secara aktif dilibatkan. Dengan
informasi rutin yang diberikan kepada kepala sekolah tersebut, pembimbing juga
bisa mendapatkan dukungan dari sekolah apabila mengalami kesulitan
pembimbingan. Kemudian dalam kaitannya dengan penilaian tahap 2, laporan yang
selalu diberikan pembimbing juga dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi
kepala sekolah.
1. Konsep Pembimbingan Guru Pemula
Pembimbingan kepada guru pemula dilakukan pembimbing untuk mendukung dan
memotivasi serta memberikan masukan demi meningkatkan dan
mengembangkan kompetensi guru pemula. Dengan demikian diharapkan guru
pemula tersebut akan cepat dapat beradaptasi dengan sekolah dan masyarakat di
sekitarnya serta segera dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif.
Oleh karena itu pembimbingan guru pemula tidak hanya terbatas pada kegiatan
pembelajaran di dalam kelas saja, tetapi juga meliputi pembelajaran di luar
kelas termasuk kegiatan di masyarakat.
2. Konsultasi Pembimbing dengan Kepala Sekolah/Madrasah dan
Pengawas
Pengembangkan kompetensi guru pemula
merupakan tanggungjawab semua warga sekolah terutama kepala sekolah/madrasah
dan pembimbing. Oleh karena itu pembimbing hendaknya selalu
memberikan laporan dan berkonsultasi dengan kepala sekolah untuk
melakukan pembahasan tentang
perkembangan dan kinerja guru pemula secara reguler selama
penilaian tahap 1 (bulan ke-2 sampai dengan bulan ke-9
pada tahun pertama guru pemula melaksanakan pembelajaran).
Pada saat dilakukan pertemuan dan
pembahasan tentang perkembangan kinerja guru pemula antara pembimbing dan
kepala sekolah, hal yang perlu diingat adalah semangat mendukung dan
mengembangkan guru pemula, bukan menghakimi dan mencari kesalahannya.
Oleh karena itu, pembimbing dan kepala sekolah/madrasah hendaknya
bersama-sama mendiskusikan masalah yang ditemui oleh guru pemula dan mencari
solusi yang terbaik. Dengan demikian selama proses penilaian tahap
1, guru pemula berkesempatan untuk mengetahuai
kelemahan-kelemahannya dan berupaya untuk memperbaikinya dengan bantuan dari
pembimbing. Perlu pula untuk digarisbawahi bahwa dalam menyampaikan
kelemahan tersebut hendaknya digunakan cara-cara yang baik yang berdasarkan
pada prinsip-prinsip edukatif sehingga tidak mematahkan semangat atau
mengecilkan hati guru pemula.
3. Pelaksanaan Pembimbingan
Kepala sekolah/madrasah dan pembimbing bertanggungjawab atas penilaian
kinerja guru pemula. Kepala sekolah/madrasah bertanggungjawab pada penilaian
hasil (Tahap-2), sedangkan pembimbing bertanggungjawab atas penilaian
proses (Tahap-1).
Dalam melakukan penilaian kinerja guru pemula, kepala sekolah/madrasah
dan pembimbing menentukan fokus elemen kompetensi yang akan dinilai, melakukan
observasi pembelajaran,
secara terbuka membahas hasil observasi pembelajaran, memberikan umpan
balik berupa saran-saran perbaikan pada elemen kompetensi yang dinilai belum
dipenuhi. Pembimbing bertanggungjawab atas pembimbingan guru pemula
dan penilaian atas hasil kinerja guru pemula. Oleh karena itu, seorang
pembimbing hendaknya: memantau perekembangan kompetensi guru pemula
dengan melakukan observasi pembelajaran secara regular;
mengunjungi kelas guru pemula secara informal; melakukan observasi
pembelajaran minimal satu kali setiap minggu terhadap
guru pemula yang mengikuti program induksi;
membuat kesepakatan dengan guru pemula tentang focus penilaian
sebelum observasi pembelajaran; mengisi Lembar Hasil Observasi
Pembelajaran selama berlangsungnya observasi pembelajaran;setelah observasi
pembelajaran, memberikan umpan balikdan salinan Lembar Hasil Observasi
Pembelajaran kepada guru pemula; mempersiapkan guru pemula untuk menghadapi
penilaian atau observasi pembelajaran yang akan dilakukan kepala sekolah maupun
pengawas;menilai bersama dengan kepala sekolah/madrasah apakah guru
pemula terpantau beresiko tidak memenuhi standar kompetensi; membuat
laporan perkembangan guru pemula kepadakepala sekolah dengan
berkonsultasi kepadanya serta memberikan salinan laporan tersebut kepada
guru pemula.
3.1 Persiapan Pembelajaran
Sebelum proses pembelajaran dan pelaksanaan observasi, perlu beberapa hal
yang harus dipersiapkan oleh guru pemula dibawah bimbingan guru pembimbing.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan
tersebut adalah sebagai berikut.
52 Modul PIGP bagi Pembimbing
a) Silabus
b) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
c) Program Tahunan
d) Program Semesteran
e) Pelaksanaan proses pembelajaran
f) Penilaian hasil pembelajaran
g) Pengawasan proses pembelajaran
3.2 Tahapan observasi pembelajaran oleh pembimbing
Pembimbing diharapkan melakukan observasi pembelajaran guru pemula
sebanyak satu kali setiap minggu. Pelaksanaan bimbingan
melalui observasi ini pada dasarnya bersifat menyeluruh dalam
arti semua sub kompetensi guru pemula yang belum memenuhi standar harus
dibimbing dan dikembangkan.
Oleh karena itu, pelaksanaan pembimbingan ini tidak terbatas hanya pada
proses belajar mengajar di dalam kelas bagi guru mata pelajaran, maupun proses
pembimbingan dan konseling secara langsung kepada anak
didik bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK). Namun demikian secara
garis besar bimbingan yang diberikan tersebut mengikuti tiga fase yaitu
fase praobservasi, observasi dan pasca observasi pembelajaran.
a. Pra Observasi
Dalam Praobservasi perlu dilaksanakan kegiatan-kegiatan berikut:
1. Pembimbing memastikan kesiapan guru pemula dalam pembelajaran yang akan
diobservasi baik kesiapan secara mental maupun materi yang diperlukan dalam
proses pembelajaran.
2. Pembimbing meneliti RPP yang telah disiapkan guru pemula dan memberikan masukan
untuk memperbaikinya.
3. Bila diperlukan pembimbing dapat berbagi materi, sumber belajar, media atau
alat peraga dengan guru pemula.
4. Guru pemula dan pembimbing membicarakan
fokus observasi pembelajaran. Mereka menyetujui maksimum lima elemen dari
empat kompetensi inti guru yang akan menjadi fokus observasi pembelajaran
dan guru pemula menuliskan hasil yang diharapkan dari praktik mengajar
5. sebagaimana yang tercantum dalam rencana pembelajaran.
6. Pembimbing dan guru pemula memberi tanda (√) pada
7. sub kompetensi yang menjadi fokus observasi.
8. Pembimbing memberi motivasi kepada guru pemula untuk melakukan
pembelajaran/pembimbingan yang terbaik.
b. Observasi
Pada saat guru pemula melaksanakan proses pembelajaran/
pembimbingan, pembimbing secara tertulis memberikan komentar
tentang kinerja guru pemula terkait dengan empat belas subkompetensi
guru. Komentar tersebut hendaknya tidak lepas dari fokus observasi yang telah disepakati
bersama antara pembimbing dan guru pemula. Kemudian komentar tertulis
tersebut hendaknya digunakan sebagai panduan guru pemula dan pembimbing
untuk meningkatkan kinerja dan pembelajaran profesional yang akan datang.
Sebaiknya komentar ditulis dalam format dan bahasa yang
konstruktif.
Secara umum kegiatan ini melibatkan
guru pemula dan pembimbing dalam pengisian format-format yang diperlukan.
Kegiatan ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Guru pemula mengidentifikasi dan menuliskan target keberhasilan
dari proses pembelajarannya. Hasil yang ingin dicapai tersebut
ditulis dalam Lembar Refleksi Pembelajaran yang digunakan
oleh guru pemula. (target ini dapat dituliskan sebelum
pelaksanaan pembelajaran)
2. Guru pemula menuliskan komentar pribadinya tentang proses pembelajaran yang
telah dilakukan baik yang positif maupun yang negatif pada Lembar Refleksi
Pembelajaran. Kegiatan ini dapat dilakukan setelah selesai
pembelajaran/pasca observasi. Akan tetapi bila guru pemula khawatir akan
lupa dan situasi memungkinkannya, komentar ini dapat dituliskan pada tahap ini.
3. Pada saat observasi pembelajaran/pembimbingan dilaksanakan,
pembimbing memberi tanda cek (√) pada kolom A, B, C, atau D pada sub kompetensi yang menjadi fokus
observasi serta menulis komentar proses pembelajaran berdasarkan fokus
yang telah disepakati tersebut pada Lembar Hasil Observasi Pembelajaran.
Perlu diingat bahwa Lembar Refleksi Pembelajaran bersifat pribadi, sehingga
guru pemula tidak harus menunjukkannya kepada pembimbing.
c. Pasca Observasi
Dalam pertemuan pasca observasi, pembimbing harus
memberikan komentar terkait pelaksanaan
pembelajaran/pembimbingan guru pemula. Komentar ini berdasarkan fokus
observasi yang telah disepakati bersama dan harus bersifat membangun
dan memotivasi guru pemula. Komentar tidak
boleh mematahkan semangat dan motivasi guru yang dibimbing. Oleh karena itu,
pembimbing disarankan untuk menyampaikan hal-hal positif yang telah
dilakukan guru pemula dalam melaksanakan pembelajaran. Untuk kompetensi
yang masih di bawah standar, pembimbing disarankan menggunakan istilah
kompetensi yang perlu ditingkatkan.
Kegiatan pasca observasi ini dapat dijelaskan sebagai
berikut:
1. Guru pemula mengisi Lembar Refleksi Pembelajaran setelah
pembelajaran dilaksanakan.
2. Pembimbing dapat menanyakan perasaan atau komentar pribadi guru pemula
tentang pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Pada saat pertemuan pasca observasi ini, pembimbing diharapkan
juga memberikan umpan balik kepada guru pemula. Pertemuan ini
membahas tentang pembelajaran yang telah dilakukan guru pemula serta catatan
yang dibuat pembimbing di Lembar Hasil Observasi
Pembelajaran. Pembimbing dan guru pemula kemudian menandatangani
lembar tersebut sebagai bukti telah
4. dilaksanakannya observasi dan diskusi.
5. Pembimbing memberikan salinan Lembar Hasil Observasi
6. Pembelajaran kepada guru pemula
7. Pada tahap ini, harus dilaksanakan diskusi antara
guru pemula dengan pembimbing. Dalam diskusi ini, pembimbing selalu
memberi dukungan mental dan motivasi kepada guru pemula dengan cara antara lain
menunjukkan kelebihan pembelajaran yang dilakukannya.
D. Refleksi.
Mohon untuk merenungkan manfaatnya sebagai tugas Bapak/Ibu sehingga
efektivitas pembimbingan, peran dan profesionalisme seorang
pembimbing menjadi lebih baik dan berdampak pada peningkatan profesionalisme guru
pemula.
Kegiatan Belajar 4: Pengisian Lembar Rencana Pembelajaran
Keprofesian, Refleksi dan Observasi Pembelajaran
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini, diharapkan pembimbing akan dapat:
a. Menyusun rencana pembelajaran keprofesian guru pemula
b. Membimbing guru pemula dalam pengisian Lembar Refleksi Guru Pemula
c. Mengisi format-format Lembar Observasi Pembelajaran
B. Uraian
Dalam proses pembimbingan guru pemula ada beberapa format isian yang
wajib dilengkapi baik oleh guru pemula maupun oleh pembimbing. Namun demikian
pembimbing diharapkan memahami pengisian format-format baik untuk pembimbing
sendiri maupun untuk guru pemula sehingga ketika guru pemula membutuhkan saran
terkait pengisian format mereka, pembimbing dapat memberi petunjuk dan
bimbingan. Untuk tujuan itulah kita akan bahas format-format tersebut dimulai
dari format Rencana Pembelajaran Keprofesian, Lembar Refleksi Guru Pemula, dan Lembar
Observasi Pembelajaran.
a. Rencana Pembelajaran Keprofesian
Format ini berisikan kolom-kolom Tujuan, Cara, Kapan, Siapa yang bisa
membantu dan Evaluasi. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut:
Tujuan Cara Kapan Siapa yang bisa membantu
Evaluasi
Cara pengisian tabel di atas adalah sebagai berikut:
Kolom Tujuan: pada kolom ini tuliskan tujuan dari kegiatan yang akan
dilakukan bagi pengembangan guru pemula. Misalnya: Menyiapkan panduan
kerja; Meningkatkan ketrampilan pengelolaan kelas guru pemula. Tujuan ini
dapat merupakan pernyataan kompetensi guru atau bagian dari kompetensi
tersebut.
Kolom Cara: pada kolom ini tuliskan kegiatan yang akan dilakukan untuk
mencapai tujuan. Misalnya: Mengumpulkan dokumen dan kebijakan yang ada di
sekolah; Mengidentifikasi kebijakan dan dokumen yang perlu
direvisi atau disiapkan; Mendelegasikan tulisan/tugas persiapan.
Kolom Kapan: pada kolom ini dituliskan waktu kegiatan tersebut akan
dilakukan. Misalnya: Minggu 1 April, Minggu 4 April dan seterusnya.
Kolom Siapa yang bisa membantu: pada kolom ini dituliskan nama
orang/ guru atau fihak lain yang diharapkan dapat membantu melaksanakan
kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya:
Wakil kepala sekolah, Guru profesional di sekolah, komite sekolah dan
seterusnya. Bila fihak-fihak tersebut telah jelas nama mereka guru profesional
dapat langsung dituliskan namanya demikian juga untuk komite sekolah.
Kolom Evaluasi: pada kolom ini ditulis hasil kegiatan yang telah dilakukan
berdasarkan penilaian pembimbing. Oleh karena itu, kolom ini diisi
setelah selesainya masing-masing kegiatan yang direncanakan. Misalnya:
Telah dilaksanakan, telah tercapai target kompetensi, belum tercapai target
kompetensi dan seterusnya. Untuk memberi gambaran yang lebih jelas
berikut contoh Rencana Pengembangan Keprofesian yang telah diisi.
Tujuan Cara Kapan Siapa yang bisa
membantu Evaluasi
1. Menyiapkan Rencana kerja PIGP
2. Meningkatkan ketrampilan pengelolaan kelas guru pemula
1.1 Mengumpulkan dokumen dan kebijakan yang ada di sekolah
1.2 Mengidentifikasi kebijakan dan dokumen yang perlu direvisi atau
disiapkan
1.3 Mendelegasikan tulisan/tugas persiapan
1.4 Mengumpulkan dan mengulas Panduan kerja 2 untuk mempersiapkan
program induksi
2.1 Identifikasi aspek lemah dalam pengelolaan kelas
2.2 Merencanakan peningkatan ketrampilan pengelolaan kelas
2.3 Melakukan observasi guru profesional dalam pengelolaan kelas.
2.4 Implementasi hasil observasi dalam pengelolaan kelas oleh guru pemula
Maret Minggu 1
April Minggu 4
April Minggu 1
Mei Minggu 1
April Minggu 2
April Minggu 1
Mei Minggu 3 & 4 Mei
Wakasek
Kepsek & Wakasek
Wakasek dan kordinator
Wakasek dengan pembimbing
Pembimbing
Guru profesional di sekolah
Guru profesional di sekolah
Guru profesional di sekolah
b. Lembar Refleksi Guru Pemula
Lembar Refleksi Guru Pemula ini diisi oleh guru pemula dan memuat
kolom-kolom: Nama guru, Kelas/Mata pelajaran, Tanggal. Disamping itu terdapat
kolom Fokus pembelajaran, Hasil pembelajaran yang diharapkan, Kompetensi, Fokus
observasi, dan Catatan refleksi. Untuk pengisian kolom-kolom tersebut adalah
sebagai berikut:
Kolom Nama guru: pada kolom ini dituliskan nama guru pemula yang
bersangkutan.
Kolom Kelas/Mata pelajaran: pada kolom ini dituliskan kelas tempat
guru pemula mengajar dan mata pelajarannya.
Kolom Tanggal: kolom tanggal diisi dengan tanggal bulan dan tahun pelaksanaan
pembelajaran.
Kolom Fokus observasi: kolom ini ada dua yang pertama (di
bagian atas) diisi dengan menulis nomor subkompetensi yang telah
disepakati untuk diobservasi, misalnya: 1.1, 1.2, 2.1 dan
seterusnya; yang kedua dibagian bawah yang berisikan14 nomor dan sub
kompetensi. Kolom kedua ini tidak perlu diisi.
Kolom Fokus observasi: pada kolom ini guru pemula memberikan
tanda cek (√) pada
subkompetensi yang telah disepakati bersama pembimbing sebagai fokus
pengamatan.
Kolom Catatan refleksi: pada kolom ini dituliskan refleksi guru
pemula yang berupa catatan pribadi guru pemula tentang proses
pembelajaran yang telah dilakukan terutama yang terkait dengan fokus observasi.
Catatan refleksi ini dapat bersifat pribadi dan tidak perlu ditunjukkan kepada
guru pemula. Oleh karena itu pada kolom nama pengamat dapat diisi dengan nama
pengamat, namun pada kolom tanda tangan pengamat tidak wajib diberi dimintakan
tanda tangan pengamat/pembimbing. Untuk lebih jelasnya lihat format isian ini
pada halaman selanjutnya:
Nama guru:
Kelas/Mata pelajaran:
Tanggal:
Fokus observasi : (Fokus observasi diidentifikasi/dibahas sebelum pembelajaran
oleh pembimbing/pengamat dan guru pemula)
Hasil pembelajaran yang diharapkan: siswa diharapkan mampu mengkalkulasi
luas dan keliling lingkaran; menyiapkan tabel hasil kalkulasi. Menyimpulkan
hubungan pengukuran yang berbeda.
Fokus
observasi ditentukan dan didiskusikan sebelum belajar oleh
pembimbing/pengamat dan guru pemula
Kompetensi Fokus observasi:
Beri tanda ü
Catatan refleksi
1. Kompetensi pedagogik
1.1 Memahami latar belakang siswa
1.2 Memahami teori belajar
1.3 Pengembangan kurikulum
1.4 Aktivitas pengembangan pendidikan
1.5 Peningkatan potensi siswa
1.6 Komunikasi dengan siswa
1.7 Penilaian & evaluasi
2 Kompetensi kepribadian
2.1 Berperilaku sesuai dengan norma, kebiasaan dan hukum
di Indonesia
2.2 Kepribadian matang dan stabil
2.3 Memiliki etika kerja dan komitmen serta kebanggaan menjadi
guru
3 Kompetensi sosial
3.1 Berperilaku inklusif, objektif, dan tidak pilih
kasih
3.2 Komunikasi dengan guru, pegawai sekolah,orang tua, dan masyarakat
4 Kompetensi profesional
4.1 Pengetahuan dan pemahaman tentang struktur, isi dan standar
kompetensi mata
pelajaran, serta tahapan-tahapan pembelajaran.
1.2 Mengembangkan profesionalisme melalui refleksi diri
Nama pembimbing/pengamat:
Tandatangan (tidak wajib)
:
Tanda tangan guru pemula:
c. Lembar
Hasil Observasi Guru Pemula
Lembar Observasi Guru Pemula ini berisikan kolom-kolom: Nama,
Sekolah/Madrasah, Pendidikan terakhir, Institusi pendidikan, Provinsi, Kelas
yang diajar, Jumlah jam per minggu, Mata pelajaran yang diampu, Fokus
observasi, Kompetensi, Penilaian/A (4), B(3),
C(2), D(1).
Kolom Nama: kolom ini diisi dengan nama guru pemula
yang bersangkutan.
Kolom Sekolah/Madrasah: diisi dengan nama Sekolah/Madrasah tempat guru pemula bertugas.
Kolom Pendidikan terakhir: diisi dengan pendidikan terakhir yang telah diselesaikan oleh guru pemula.
Kolom Institusi pendidikan: diisi dengan nama institusi
atau perguruan
tinggi tempat guru pemula menyelesaiakan pendidikan terakhirnya.
Kolom Provinsi: diisi nama provinsi dimana sekolah tempat guru bertugas berada.
Kolom Kelas yang diajar: diisi kelas dimana guru pemula melakukan pembelajaran yang
diobservasi. Kolom Jumlah jam per minggu: diisi jumlah jam
perlajaran perminggu yang menjadi beban guru guru pemula. Kolom Mata pelajaran yang
diampu: diisi dengan nama-namamata pelajaran yang menjadi
tugas guru pemula dalam semester yang sedang berlangsung.
Kolom Fokus observasi: diisi dengan nomor-nomor sub kompetensi yang telah disepakati
bersama dengan guru pemula.
Kolom Kompetensi: kolom ini memuat 14 nomor dan kompetensiyang menjadi target pengembangan
guru pemula.
Kolom A (4), B(3), C(2), D(1): diisi dengan tanda
cek (√) pada salah satu kolom dari A
(4), B(3), C(2), D(1) sesuai dengan penilaian kompetensi yang telah
ditunjukkan oleh guru pemula dalam proses pembelajaran/ pembimbingan. Pada
pengisian kolomini, pembimbing tidak perlu untuk menghitung total skor
dan menkonversikan ke dalam skala 10, karena pembimbing hanyamenunjukkan tingkat capaian yang diperoleh pada fokus kompetensi. Skoring dengan skala 100
tersebut dilakukan padapenilaian Tahap 2 oleh kepala sekolah. Kolom Catatan pengamat: diisi dengan komentar pengamat/pembimbing yang berupa
diskripsi penilaian terhadapkinerja dalam proses pelaksanaan
pembelajaran/ pembinbinganyang dilakukan guru pemula. Catatan ini hendaknya
sesuai denganhasil penilaian yang dituangkan pada kolom A (4), B, C, D.
Catatanpengamat hendaknya juga memberi penguatan terhadap motivasikerja guru
pemula.
Untuk lebih jelasnya contoh Lembar Hasil Observasi Pembelajaranyang telah diisi disampaikan sebagai
berikut:
Nama: Dian Sekolah/madrasah: SMPN4
Pendidikan terakhir : S1 Kabupaten/Kota: Bekasi
Institusi pendidikan: Universitas Negeri Jakarta
Provinsi: Jawa Barat
Kelas yang diajar: VII-A Jumlah jam per minggu : 16
Mata pelajaran yang diampu: Geometri dan Pengukuran
Fokus Observasi: 1.2, 1.4, 1.5, 1.6, 4.1.
A Jika skor hasil observasi
4
C Jika skor hasil observasi 2
B Jika skor hasil observasi
3
D
Jika skor hasil observasi nilai 1
Kompetensi
A B C D
Catatan pengamat
1. Kompetensi pedagogik
1.1 Memahami latar belakang siswa
Pembelajaran Ibu Dian mencakup konsep matematika seperti yang
tertulis dalam rencana pembelajaran. Tugas-tugas yang diberikan sesuai
dengan tingkat usia dan terdapat variasi yang sangat efektif dalam tugas
dan tingkat kesulitannya.
Dilakukan kerja kelompok sehingga siswa dapat belajar melalui diskusi dan
pemecahan masalah. Siswa yang kurang mampu dibimbing oleh teman/siswa lain dan
lebih terlibat dalam tugas.
Jumlah siswa yang mampu bertambah dan mereka mendapatkan tugas untuk
mencatat dan melaporkan.
Pengaturan transisi dari klasikal ke dalam kegiatan di luar kelas dalam
kerja kelompok dilakukan sangat baik. Siswa mengatahui apa yang harus mereka
lakukan. Terlihat jelas adanya pembelajaran selama diskusi diantara
siswa. Beberapa siswa belajar dengan bekerja. Siswa juga menunjukkan
kepercayaan diri dalam menjawab pertanyaan guru dan menjelaskan hasil kerja
kelompok kepada siswa secara klasikal.
1.2 Memahami teori belajar ü
1.3 Pengembangan
kurikulum
1.4 Aktivitas pengembangan pendidikan ü
1.5 Peningkatan potensi siswa ü
1.6 Komunikasi dengan siswa ü
1.7 Penilaian &
evaluasi
C. Latihan
Dalam kelompok kerja guru, buatlah rencana pembelajaran bersama-sama.
Kemudian sepakati bersama siapa yang akan menjadi guru model untuk melaksanakan
pembelajaran tersebut.
Ibu Dian berkomunikasi secara efektif dan jelas kepada siswa selama
pembelajaran dan dia bergerak diantara siswa untuk memonitor
pembelajaran mereka. Interaksi informal yang dilakukan dan respon positif
kepada individu siswa menguatkan pembelajaran mereka.
2 Kompetensi kepribadian
2.1 Berperilaku sesuai dengan norma, kebiasaan dan hukum
di Indonesia
Ibu Dian adalah guru profesioanl yang sangat berkompeten
dan juga menjadi contoh yang baik bagi siswa dan guru
lain.
2.2 Kepribadian matang dan
stabil
2.3 Memiliki etika kerja dan komitmen serta
kebanggaan menjadi guru
3 Kompetensi
social
3.1 Berperilaku inklusf, objektif, dan tidak
pilih kasih
3.2 Komunikasi dengan guru, pegawai
sekolah/madrasah,orang tua, dan
masyarakat
4 Kompetensi
profesional
4.1 Pengetahuan dan pemahaman tentang
struktur, isi dan standard kompetensi
mata pelajaran, serta tahap-tahap
pengajaran
ü Pengetahuan tentang mata pembelajaran
baik, tugas sesuai dengan konsep yang dibahas dalam belajar. Tugas sesuai untuk
kelas 8. Kemajuan logis melalui tugas dan penggunaan perintah yang jelas kepada
siswa.
4.2 Profesionalisme yang meningkat melalui refleksi diri
Rekomendasi: Observasi umum, hal-hal lain dan saran
perbaikan
Pembelajaran yang sangat baik dengan komunikasi yang jelas tentang konsep
matematika. Ibu Dian menyampaikan tujuan diri dan perilaku yang meyakinkan
serta menunjukkan pengetahuan yang kuat atas materi yang disampaikan.
Penggunaan kerja kelompok sebagai proses belajar bejalan sangat efektif. Ibu
Dian menyiapkan dan mengatur pembelajaran yang berpusat pada siswa
serta memberikan aktivitas yang beragam dan kesempatan yang berbeda bagi siswa
untuk memahami konsep matematikan dalam rencana pembalajarannya. Ibu Dian
memantau pembelajaran siswa dengan mendengarkan pertanyaan, penjelasan dan
diskusi diantara mereka. Dia mengembangkan hubungan yang kuat dan saling
menghargai dengan siswa. Ibu Dian dapat lebih lanjut meningkatkan
kualitas belajar tersebut dengan menghubungkannya dengan materi yang akan
dating pada bagian akhir pembelajaran.Disamping memberikan ringkasan tentang
pembelajaran , Ibu Dian dapat memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa
dan dia dapat membuat pekerjaan rumah yang menantang bagi siswa yang
pandai setelah pembelajaran berakhir. Secara keseluruhan pembelajaran ini
merupakan contoh proses belajar pembelajaran yang berkualitas.
Mengetahui:
Kepala Sekolah
.....................................
NIP.
.............................., .......... 201...
Guru Pemula
........................................
Pembimbing
........................................
NIP.
Asli untuk guru pemula
Salinan untuk kepala sekolah/madrasah
Salinan untuk pengawas sekolah/madrasah
Salinan untuk dinas pendidikan
Pada saat dilaksanakan pembelajaran tersebut, guru lain berlatih menjadi
pengamat atau pembimbing dan mengisi format-format Lembar Hasil Observasi
Guru Pemula. Guru model setalah pelaksanaan pembelajaran tersebut juga berlatih
mengisi Lembar Refleksi Guru Pemula.
D. Rangkuman
Dalam proses pembimbingan
diperlukan adanya bukti-bukti dokumen yang menunjukkan kegiatan yang telah
dilaksanakan. Dokumen-dokumen tersebut ada yang diisi oleh guru pemula dan
ada yang harus diisi oleh pembimbing, maupun oleh keduanya secara
bersama-sama. Dokumen yang harus diisi oleh guru pemula adalah Lembar Refleksi
Guru Pemula, sedangkan yang diisi oleh pembimbing adalah Lembar Hasil Observasi
Pembelajaran. Untuk dokumen yang dapat diisi bersama-sama antara pembimbing dan
guru pemula adalah lembar Rencana Pembelajaran Keprofesian. Dokumen-dokumen
tersebut harus disimpan dengan baik oleh pihak sekolal, pembimbing dan guru
pemula yang bersangkutan. Dokumen tersebut akan menjadi porto folio pelaksanaan
pembimbingan.
E. Refleksi
Setelah selesai melakukan
pembelajaran bagian ini, coba refleksikan kegiatan pembimbingan/pembelajaran
yang selama ini belangsung di sekolah Bapak/Ibu. Apa arti penting
pendokumentasian kegiatan-kegiatan tersebut? Apakah selama ini telah
dilakukan pendokumentasian kegiatan dengan lengkap? Rencana perbaikan apa yang
akan Bapak/Ibu lakukan untuk
praktek pembimbingan/pembelajaran yang selama ini berlangsung?
DAFTAR PUSTAKA
PMPTK. 2010. Panduan Kerja 1 Implementasi PIGP bagi kepala sekolah,
Jakarta: PMPTK
PMPTK, 2010. Panduan Kerja 2 orientasi di sekolah, Jakarta: PMPTK.
PMPTK. 2010. Panduan Kerja 3 Rencana Pembelajaran, Jakarta: PMPTK,
PMPTK. 2010. Panduan Kerja 4 Penyusunan rencana pembelajaran
keprofesionalan, Jakarta: PMPTK.
PMPTK. 2010. Panduan Kerja 5 Tuntutan keprofesionalan dan
tanggungjawab hukum, Jakarta: PMPTK.
PMPTK. 2010. Panduan Kerja 6 Pengelolaan kelas dan siswa,
Jakarta: PMPTK.
PMPTK. 2010. Panduan Kerja 7 Penilaian kompetensi professional dalam
pembelajaran, Jakarta: PMPTK.
PMPTK. 2010. Panduan Kerja 8 Penilaian siswa dan pelaporan, Jakarta:
PMPTK.
PMPTK. 2010. Panduan Kerja 9 Observasi pembelajaran profesional dan
penilaian, Jakarta: PMPTK
PMPTK. 2010. Panduan Kerja 10 Bekerja sebagai pembimbing dengan guru
pemula, Jakarta: PMPTK
PMPTK. 2010. Panduan Kerja 11 Penyusunan laporan hasil perkembangan
guru pemula, Jakarta: PMPTK.
PMPTK. 2010. Panduan Kerja 12 Informasi sumber-sumber pengembangan
guru. Jakarta: PMPTK.
Bacaan yang Disarankan Supervisi Akademik dalam peningkatan profesionalisme
guru.
2006. Kompetensi
Supervisi Kepala Sekolah Pendidikan
Dasar. Direktorat
Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK Depdiknas.

0 komentar:
Posting Komentar