Selasa, 28 Juli 2015

Modul PIGP bagi Pembimbing (BAB III)



BAB III
KEGIATAN BELAJAR

Kegiatan Belajar 1: Konsep Pembimbingan dan Karakter Pembimbing 

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bagian ini diharapkan, pembimbing akan mampu:
a. memahami konsep pembimbingan
b. memahami karakter pembimbing
c. memahami kompetensi yang diperlukan dalam pembimbingan
d. mengaplikasikan kompetensi dalam pembimbingan guru pemula

B. Uraian
    Sebagai seorang guru, tugas membimbing guru lain merupakan bagian yang tidak terpisahakan dari tugas pokok dan fungsinya. Salah satu  bentuk  tugas  membimbing  guru adalah membimbing guru
pemula yang bertugas di sekolah yang bersangkutan. Dalam melaksanakan tugas PIGP, pembimbing akan bekerja sama dengan guru pemula setelah guru yang bersangkutan ditunjuk atau diberi
tugas oleh kepala sekolah.  Sementara itu, guru pemula    telah mengikuti analisis kebutuhan yang dilakukan  oleh  kepala sekolah untuk menentukan kebutuhan pengembangan guru pemula  tersebut.
Pelaksanaan pembimbingan guru pemula dapat dimulai pada bulan kedua guru tersebut bertugas di sekolah.
 
 Pembimbingan dan Karakter Pembimbing 
    Istilah pembimbing biasanya diasosiasikan dengan konsep penasehat dan pembimbing yang terpercaya dan juga dikaitkan dengan pengertian hubungan yang dilandasi kepercayaan dan penuh
makna antara pembimbing dan orang yang dibimbingnya.
 
32  Modul PIGP bagi Pembimbing
Pada umumnya pengertian pembimbingan adalah proses pemberian dukungan, bimbingan,  dan saran-saran kepada kolega yang belum berpengalaman dari seseorang yang lebih ahli dan berpengalaman.  
Berdasarkan pengertian di atas maka seorang pembimbing berkewajiban:
  membantu guru pemula mengembangkan    pengetahuan  dan kompetensi  profesional praktis yang  tepat (pengalaman dan konsep) dalam pembelajaran 
  mendorong guru pemula mengembangkan pemahaman yang dalam  tentang   asumsi yang diambil dari pengetahuan profesional praktis untuk pembelajaran (Elliot and Calderhead 1993)    memberikan dukungan emosional dan psikologis bagi guru pemula
  membantu  guru pemula menyesuaikan diri dengan budaya sekolah  
  memberikan peluang pengembangan kepribadian  dan profesionalisme  guru pemula (Gold 1996).  
Dari kewajiban seperti yang diuraikan di atas, coba saudara lakukan evaluasi diri tentang skala kekuatan dalam melakukan kewajiban membimbing dengan memberikan tanda  check  pada kolom di bawah ini serta memberikan alasan mengapa skala tersebut yang Saudara pilih.


Kewajiban  Skala kekuatan  Alasan SK*  K*  TK*
Membantu guru pemula mengembangkan  pengetahuan dan kompetensi profesional praktis yang tepat dalam pembelajaran 
Memberikan dukungan emosional dan psikologis bagi guru pemula       
Membantu guru pemula menyesuaikan diri dengan budaya sekolah       
Memberi peluang pengembangan kepribadian dan profesionalisme guru pemula
      
       Catatan: SK (sangat kuat), K (kuat), TK (tidak kuat)
  Karakteristik dan Kompetensi Pembimbing
Guru pemula yang bertugas di sekolah memiliki berbagai hambatan terutama hambatan psikologis. Oleh karena itu, guru pemula memerlukan dukungan dan bimbingan dari sesama guru yang lebih berpengalaman di sekolah yaitu pembimbing.  Karakter  utama seorang pembimbing  yang ideal  untuk guru pemula dapat diuraikan secara umum sebagai berikut.
Pembimbing yang ideal:
1.  mampu berempati dengan situasi yang dihadapi guru pemula dan memberi dukungan psikologis dan sosial,
2.  dianggap sebagai panutan, baik oleh guru lain maupun peserta didik,
3.  mampu menjadi sosok panutan dalam bersosialisasi dengan anak-anak dan remaja,
4.  mampu berbagi dan menjelaskan praktik mengajarnya dengan orang lain,
5.  bersikap ramah, mudah didekati,  jujur dan adil,
6.  mampu melakukan dialog yang baik dan jujur tentang kinerja guru pemula, mendorong dan memotivasi guru pemula,
7.  memiliki pengetahuan akademik mutakhir, mampu menjelaskan filosofi pendidikan yang dianut dan mampu serta bersedia membaginya dengan orang lain,
8.  dapat  berkolaborasi dengan guru-guru lain dalam meningkatkan proses belajar-mengajar di ruang kelas ( pada kegiatan mengajar), 
9.  memahami bahwa pembelajaran profesional guru lebih dari sekedar transmisi pendekatan, perilaku serta prosedur pada seorang pemula.
10. mampu menginisiasi, menumbuhkembangkan kebiasaan kolaboratif  dan reflektif  terhadap    praktik mengajar, dan karenanya mampu mengkonseptualisasikan pembelajaran guru menjadi lebih dari sekedar transmisi praktik serta prosedur sekolah.

      Dari  sembilan  karakter  utama  di atas, karakter apa saja yang menurut Saudara telah Suadara miliki. Gunakan tabel berikut untuk mengidentifikasinya.  Berikan tanda  check  pada kolom
Sudah  atau Belum sesuai dengan penilaian diri sendiri.
No
Karakter utama
milik diri
Sudah
Belum 
  dapat  berempati dengan situasi yang dihadapi guru pemula dan memberi dukungan psikologi-sosial


dianggap sebagai panutan, baik oleh guru lain maupun peserta didik   


3
  mampu menjadi sosok panutan dalam berhubungan dengan anak-anak dan remaja   


mampu berbagi dan menjelaskan praktik mengajar dengan orang lain   


bersikap ramah, mudah didekati,    jujur dan adil   


mampu melakukan dialog yang baik dan jujur tentang kinerja guru pemula, mendorong dan memotivasi guru pemula 


memiliki pengetahuan akademik mutakhir, mampu menjelaskan filosofi pendidikan yang dianut dan mampu serta bersedia membaginya dengan orang lain  


dapat  berkolaborasi dengan guru-guru lain dalam meningkatkan proses belajar-mengajar    


memahami bahwa pembelajaran profesional guru lebih dari sekedar transmisi pendekatan, perilaku serta prosedur pada seorang pemula


10 
mampu menginisiasi, menumbuhkembangkan kebiasaan kolaboratif dan reflektif  terhadap   praktik mengajar, dan karenanya mampu mengkonseptualisasikan pembelajaran guru menjadi lebih dari sekedar transmisi praktik serta prosedur sekolah   




Disamping karakter di atas, pembimbing  sebaiknya juga:
 jika mungkin, mengajar murid yang sama atau mengajar di kelas yang sama dengan guru pemula, mengajar dilokasi yang  dekat dengan guru pemula bertugas,   berjenis kelamin sama dengan guru pemula yang dibimbing jika memungkinkan,

Karakteristik Guru Profesional
     Evaluasi  dan pengamatan  terhadap guru pemula  harus difokuskan pada pembelajaran yang  berkualitas.  Kerangka kerja standar yang menjadi dasar evaluasi  kompetensi guru telah lama digunakan secara umum dalam sepuluh tahun terakhir. Hal  ini semakin mengharuskan guru pemula  untuk  dilibatkan dalam program induksi  secara  formal agar yang bersangkutan segera dapat berkembang menjadi guru yang profesional. 
Guru-guru yang profesional memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  mengetahui secara  pasti tentang konten mata pelajaran yang diajarkan dan bagaimana mengajarkan konten tersebut pada murid
  mengenal baik murid-muridnya  dan  mengetahui  bagaimana mereka belajar
  membuat rencana,  penilaian  dan laporan untuk proses pembelajaran yang efektif 
  berkomunikasi secara efektif dengan murid  menciptakan dan mempertahankan lingkungan pembelajaran yang aman dan menantang melalui keahliannya dalam pengelolaan   kelas 
  selalu  meningkatkan pengetahuan serta praktik profesional mereka 
  merupakan anggota aktif  di kelompok/organisasi  profesi maupun  di lingkungan masyarakat  (Institut Keguruan NSW, 2004).
Gunakan tabel berikut untuk mengidentifikasi ciri-ciri guru profesional yang telah ada pada diri Saudara. Berilah tanda check pada masing-masing ciri bila ciri tersebut menurut penilain Saudara telah  Saudara miliki. Buatlah rencana pengembangan untuk ciri-ciri yang belum ada dan tuliskan pada kolom Rencana pengembangan. Ciri guru profesional  ada  belum ada Rencana pengembangan mengetahui secara  pasti tentang konten mata  pelajaran yang diajarkan dan bagaimana mengajarkan konten tersebut pada murid mengenal baik murid-muridnya dan  mengetahui  bagaimana mereka belajar membuat rencana, penilaian  dan laporan untuk proses pembelajaran yang efektif berkomunikasi  secara efektif dengan murid menciptakan dan mempertahankan lingkungan pembelajaran yang aman dan menantang melalui keahliannya dalam pengelolaan   kelas selalu  meningkatkan pengetahuan serta praktik profesional mereka  merupakan anggota aktif  di kelompok/organisasi  profesi maupun  di lingkungan masyarakat
     
C. Rangkuman
Pembimbingan adalah proses pemberian dukungan, motivasi, dan saran-saran kepada guru pemula yang belum cukup berpengalaman di sekolah/ madrasah tempat mereka bertugas dari pembimbing (seseorang yang lebih ahli dan berpengalaman) yang ditugaskan oleh kepala sekolah.  Pembimbing memiliki karakteristik tertentu yang diperlukan untuk mendukung pengembangan
kompetensi guru pemula. Pembimbing hendaknya mengetahui karakteristik pembelajaran yang berkualitas serta karakteristik guru profesional

D. Refleksi
Renungkan karakter dan kompetensi yang Bapak/Ibu miliki yang dapat dikembangkan untuk dapat menjadi pembimbing yang ideal. Identifikasikan sifat atau sikap yang menurut Bapak/Ibu akan
menjadi penghambat dalam membimbing guru pemula. Bagaimana cara mengurangi sifat atau sikap yang menghambat tersebut? Lihat Format 3 pada bagian lampiran modul ini.

Kegiatan Belajar  2:  Pengalaman, Prinsip dan Ruang Lingkup Pembimbingan
A.  Tujuan pembelajaran
Setelah mempelajari bagian ini diharapkan, pembimbing diharapkan akan mampu:
a.  Mengidentifikasi pengalaman  pembimbingan yang pernah dilakukan
b.  Menentukan sasaran pembimbingan
c.  Menyiapkan dan mengisi Rencana Pengembangan Keprofesian
d.  Memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip pembimbingan
e.  Memahami ruang lingkup pembimbingan
B.  Uraian
1.  Pengalaman sebagai Pembimbing
Pengalaman sebagai pembimbing  baik membimbing sesama guru maupaun membimbing orang lain  dapat menjadi landasan yang baik dalam mendukung dan mengembangkan kompetensi
guru pemula selama program induksi berlangsung.  Untuk itu guru pembimbing perlu merefleksikan pengalaman tersebut, terutama terkait dengan hal-hal berikut:
a.  Pembimbingan yang pernah dialami pada  awal masa karirnya sebagai guru; 
b.  Pelajaran yang berarti dan berpengaruh terhadap sikap atau perilaku;
c.  Orang lain yang telah berjasa dalam membuka dan mengembangkan bakat;
d.  Orang yang memiliki pengaruh kuat pada dirinya. 
Untuk memudahkan dalam melakukan refleksi ini, pembimbing dapat menggunakan tabel berikut dan mengisinya  pada kolom keterangan yang berisikan nama kegiatan pembimbingan yang pernah
Saudara alami  pada awal masa karir sebagai guru, pelajaran yang berarti yang dapat diperoleh dari pembimbingan tersebut, nama orang yang paling berjasa dalam  membuka dan mengembangkan bakat
serta orang yang  berpengaruh kuat pada diri Saudara. Untuk keterangan nama orang pada baris  ke tiga dan keempat harus dituliskan pula nilai-nilai kehidupan yang dapat Saudara dapatkan dari mereka seperti ketulusan, keikhlasan, pengabdian, kejujuran, keteguhan dan sebagainya.

Item Refleksi

Keterangan
Pembimbingan yang pernah saya alami pada awal masa karirnya sebagai guru
Pelajaran yang berarti dan berpengaruh terhadap sikap atau perilaku dari pembimbingan
Orang lain yang telah berjasa dalam membuka dan mengembangkan bakat saya
Orang yang memiliki pengaruh kuat pada diri saya

  Berdasarkan isian tabel di atas, rencana apakah yang ingin Saudara lakukan  terkait dengan tugas menjadi pembimbing bagi guru pemula di sekolah?
2.  Menentukan Sasaran dan Menyiapkan Rencana Pengembangan Keprofesian 
Setelah masa awal orientasi  Sekolah/Madrasah dan periode membiasakan diri dengan rutinitas  Sekolah/Madrasah (satu bulan) pembimbing  diharapkan bertemu dengan guru pemula  untuk menyiapkan Rencana Pengembangan Keprofesian untuk  waktu 11   bulan selanjutnya.   Rencana pengembangan  ini meliputi beberapa sasaran yang terfokus pada kompetensi yang akan dikembangkan lebih lanjut yang diidentifikasi oleh guru pemula dan pembimbing.
Dalam menentukan sasaran ini, pembimbing juga dapat berkonsultasi dengan kepala sekolah berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang telah dilakukan.  Sasaran ini selanjutnya
diformulasikan ke dalam tujuan pembimbingan. Misalnya sasaran pengembangan keprofesian adalah pengelolaan kelas, maka kompetensi dalam pengelolaan kelas menjadi tujuan pembimbingan
dan dirumuskan (misalnya) menjadi: mengembangkan kemampuan guru pemula dalam pengeloaan kelas.
3.  Prinsip-prinsip Pembimbingan
Prinsip-prinsip pembimbingan guru pemula  adalah: 
a.  Profesionalisme
Profesionalisme  mengacu kepada sikap mental  yang menunjukan  komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas pekerjaannya. Seorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmenya  untuk selalu meningkatkan  kualitas profesionalisme  dengan    berbagai cara dan strategi.  H.
Mohamad Surya  menyatakan bahwa  kualitas profesionalisme ditunjukkan oleh lima  ciri yaitu; (1) Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati standar ideal. (2) Meningkatkan dan memelihara citra profesi. (3) Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampilannya. (4) Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi. (5) Memiliki kebanggaan terhadap profesinya.
 
Dengan demikian yang dimaksud dengan prinsip profesionalisme dalam pembimbingan pada  program induksi adalah sebagai berikut:
  Pembimbing memiliki komitmen untuk  mengembangkan kompetensi guru pemula sesuai dengan standar profesi guru.
  Standar kompetensi guru merupakan acuan dalam pengembangan kompetensi guru pemula.
  Pembimbingan tidak sekedar menekankan kompetensi pedagogik dan profesional tetapi seluruh  juga kepribadian dan sosial sehingga guru pemula dapat mengembangkan diri sebagai model perilaku yang baik. 
  Dalam memberikan masukan kepada guru pemula,
· pembimbing selalu menggunakan/menunjukkan data atau bukti atau dokumen dari kegiatan yang telah dilakukan.   Pembimbing tidak memasukkan faktor-faktor
· emosi/ persoalan pribadi dalam membimbing guru pemula.   Tujuan akhir pembimbingan adalah peningkatn
· hasil belajar anak didik.

b.   Kesejawatan
Kesejawatan pada dasarnya menunjukkan  rasa kebersamaan di antara  pembimbing dan guru pemula. Kesejawatan  dalam pembimbingan  ini    diwujudkan dalam bentuk rasa kekeluargaan dalam mengembangkan kompetensi guru pemula. Dengan demikian pembimbing akan:   Dapat dan mau 
· membagi ide (gagasan) yang baik untuk pengembangan proses pembelajaran. 
  Berbagi pengalaman baik yang diperoleh dari
· pembelajaran di sekolah maupun dari pengalaman yang diperoleh sepanjang masa karirnya sebagai guru.  
  Bekerjasama 
· dengan guru pemula untuk  pengembangan ilmu  dan peningkatan proses
pembelajaran. 
  Member
·i motivasi kepada    guru  pemula  sehingga mampu meningkatkan proses pembelajaran dengan pemanfaatan lingkungan, sumber daya manusia dan masyarakat di sekitar sekolah secara patut. 

c.  Akuntabel
Akuntabel  dalam pembimbingan  berarti bahwa setiap tindakan dan kebijakan  dalam membimbing  selalu bisa dijelaskan dasarnya dan dipertanggungjawabkan sepenuhnya  secara akademik.    Artinya, tindakan  dalam pembimbingan yang diambil memenuhi asas-asas (1) punya dasar hukum dan dengan tata cara yang sesuai peraturan yang berlaku; (2) tindakan dilakukan dan keputusan diambil
tidak melebihi kewenangan  sebagai pembimbing  dan (3) proses pembimbingan juga mencakup segi kepantasan, kode etik guru dan mempertimbangkan rasa keadilan. 

d.  Berkelanjutan
Pembimbingan  kepada guru atau rekan sejawat  bukan program sesaat  yaitu tidak berhenti secara substansial setelah selesainya masa pembimbingan dalam program induksi. Semangat membimbing terus berlanjut sepanjang masa karir sebagai guru. Disamping itu pembimbingan ini terkait  dengan pengembangan kompetensi guru yang mendukung pengembangan keprofesian berkelanjutan
(PKB) yang menuju pada  perbaikan pendidikan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.

 
4.  Tugas dan Ruang Lingkup Pembimbingan 
Tugas seorang pembimbing secara umum adalah membantu guru pemula mengembangkan kompetensi guru yang sesuai dengan kondisi dan lingkungan sekolah sehingga yang bersangkutan dapat
segera beradaptasi dan bertugas  menjadi guru yang profesional.
Oleh karena itu sorang pembimbing:
  bertanggung jawab menangani orientasi sekolah· dan komunitas setempat terhadap satu atau dua orang guru pemula;
  bekerjasama dengan kepala sekolah, m·engelola penyampaian modul induksi pada guru pemula. Jika ada lebih dari satu orang guru pemula dan pembimbing, penyampaian modul-modul ini dapat dikoordinasi dan dibagi bersama di antara pembimbing.
Penyampaian modul dapat dilakukan saat pertemuan rutin selama tahun pertama mengajar;
  bertugas membantu guru pemula menetapkan· tujuan profesional dan RPP profesional guru pemula  selama tahun pertama mengajar;
  bertanggung jawab menetapkan hubungan yang· bersifat suportif dan dukungan informal berkelanjutan terhadap guru pemula.
Setiap pembimbing dan guru pemula harus menyisihkan waktu mendiskusikan hal-hal terkait dengan praktik mengajar di ruang kelas, penyusunan RPP, dan manajemen ruangan kelas;
  mengobservasi kegiatan mengajar guru pemula· di ruang kelas, selain memberikan  peluang bagi guru pemula untuk mengobservasi kegiatan mengajar guru-guru panutan lain, termasuk dari pembimbing sendiri;
  membantu mengevaluasi kegiatan dan Rencana· Pelaksanaan Pembelajaran Keprofesian  guru pemula.

   Program bimbingan  yang diberikan kepada guru pemula hendaklah  berbasis sekolah  yang berarti sesuai dengan konteks  dan kebutuhan sekolah tempat guru tersebut bertugas. Dengan demikian pembimbingan ini dituntut dapat: 
  menyajikan kerangka kerja untuk mendukung· guru-guru yang baru ditunjuk beserta pembimbing mereka; 
  mempertimbangkan kebutuhan guru pemula· sebagai pelajar dewasa dan menerapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan profesionalisme mereka; 
  membina · karakter  mengajar yang baru muncul dari guru-guru pemula dan membantu partisipasi penuh mereka dalam ruang lingkup profesi dan lingkungan sekolah; 
  menekankan pentingnya pembelajaran pro·fesionalisme jangka panjang untuk para guru;  
  memberi apresiasi atas tercapainya kesuksesan· profesional, menyediakan kerangka kerja yang suportif berbasis kesejawatan dalam mengatasi masalah dan tantangan;  
  berpotensi mengubah  lingkungan seko·lah melalui sinergi yang tercipta dari  hubungan kesejawatan  di berbagai tahapan karir, bekerjasama dalam siklus berkelanjutan menuju peningkatan, serta 
  membantu menumbuhkembangkan komunitas pembelajaran profesional berbasis sekolah. (Education Queensland 2009).
      Ruang lingkup  pembimbingan  terhadap guru pemula meliputi  pembimbingan untuk mengembangkan  empat domain kompetensi,  pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Oleh karena itu seorang pembimbing hendaknya memahami apakah
guru pemula telah dapat menunjukkan indikator kompetensi tersebut. Untuk lebih jelasnya kompetensi tersebut perlu dibahas pada bagian berikut:

a.  Kompetensi pedagogik. 
Domain kompetensi  pedagogik  ini mencakup tujuh  sub kompetensi yaitu:
1). Memahami latar belakang siswa 
2). Memahami teori belajar 
3). Pengembangan kurikulum   
4). Aktivitas pengembangan pendidikan   
5). Peningkatan potensi siswa  
6). Komunikasi dengan siswa
7). Penilaian &  evaluasi

b.  Kompetensi kepribadian.
Domain kompetensi ini mencakup tiga sub kompetensi yaitu:
  Berperilaku sesuai dengan norma, kebiasaan dan hukum di Indonesia  
  Kepribadian matang dan  stabil   
  Memiliki etika kerja dan komitmen serta  kebanggaan menjadi guru   

c.  Kompetensi sosial.
Domain kompetensi ini mencakup dua sub kompetensi yaitu:
 · Berperilaku  inklusf, objektif, dan tidak pilih kasih   
 · Komunikasi dengan guru, pegawai sekolah/madrasah,orang tua, dan masyarakat

d.  Kompetensi profesional. 
Domain kompetensi ini mencakup dua elemen kompetensi yaitu:
  Pengetahuan dan pemahaman tentang struktur, isi dan
standard kompetensi mata pelajaran, serta tahap-tahap
pengajaran  
  Profesionalisme yang meningkat melalui refleksi diri
 
Untuk mengetahui lebih rinci  semua sub kompetensi di atas serta indikator yang menunjukkan ketercapaiannya masing-masing, lihat tabel Elemen Kompetensi dan Indikator Capaian yang terdapat pada  lampiran modul ini. Kemudian untuk menentukan nilai capaian
pada masing-masing sub kompetensi, lihat tabel Kriteria Penilaian yang tersedia pada bagian lampiran modul ini juga.

C.   Rangkuman
Pembimbingan dalam PIGP adalah kegiatan yang dilakukan guru pembimbing untuk bekerjasamadengan guru pemula agar yang bersangkutan  segera dapat  beradaptasi dengan lingkungan sekolah dimana dia bertugas. Dengan bekerja sama untuk mendukung dan memotivasi guru pemula tersebut diharapkan yang bersangkutan segera dapat melaksanakan tugas sebagai guru profesional.

D.  Refleksi
Pernahkan Anda  melakukan pembimbingan? Jika sudah pernah bagaimana tahap-tahap pembimbingan tersebut? Mohon untuk merenungkan manfaatnya sebagai tugas Bapak/Ibu sehingga  dapat meningkatkan  efektivitas proses pembimbingan  dan berdampak pada peningkatan  profesionalisme guru  pemula.  Mohon Bapak/Ibu mengisi format-format dalam lampiran 2 sebagai refleksi. 

Kegiatan Belajar 3:   Konsep dan Latihan Pembimbingan 
A.  Tujuan pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini diharapkan pembimbing akan dapat:
a. Memahami proses pembimbingan guru pemula
b. Melakukan pembimbingan praobservasi, observasi dan pasca observasi

B.  Uraian
Guru pemula pada saat mendapatkan penugasan di sekolah biasanya mengalami berbagai peroalan psikologis seperti rasa takut, tegang menghadapi siswa, tidak percaya diri dalam kelas, juga malu untuk bertanya kepada guru lain apalagi kepada kepala sekolah. Sementara guru pemula itulah yang akan melanjutkan melaksanakan pembelajaran bagi anak-anak di masa mendatang. Oleh karena itu guru yang diberi tugas membimbingnya seyogyanya memahami kondisi psikis tersebut dan memberikandukungan moral serta motivasi bagi guru pemula. 
     Setelah mengetahui hasil analisis kebutuhan guru pemula untuk pengembangan kompetensinya,    pembimbing dan guru pemula  menyusun  rencana pengembangan keprofesian bagi guru pemula selama satu tahun.  Berdasarkan rencana tersebut pembimbing akan memantau perkembangan guru pemula dalam beradaptasi dan berlatih menyelesaikan berbagai persoalan yang terkait dengan kegiatan pembelajaran.  
       Dalam masa pembimbingan tersebut, guru pembimbing hendaknya selalu memberi informasi kepada kepala sekolah tentang perkembangan guru pemula. Hal ini penting karena bila guru pemula memerlukan pengembangan khusus maka kepala sekolah sejak dini telah mengetahuinya sehingga dapat menyiapkan program yang tepat bagi guru pemula tersebut. Pengembangan yang bersifat khusus tersebut sering tidak bisa diakomodir dalam proses pelaksanaan pembelajaran di kelas, tetapi mungkin menuntut keterlibatan pihak- pihak di luar sekolah, sebagai contoh kepercayaan diri guru pemula dalam berinteraksi dengan orang tua atau wali siswa. Untuk itu, kepala sekolahlah yang memiliki wewenang untuk mengatur  pertemuan orang tua murid dengan fihak sekolah dimana guru pemula secara aktif dilibatkan.  Dengan informasi rutin yang diberikan kepada kepala sekolah tersebut, pembimbing juga bisa mendapatkan dukungan dari sekolah apabila mengalami kesulitan pembimbingan. Kemudian dalam kaitannya dengan penilaian tahap 2, laporan yang selalu diberikan pembimbing juga dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi kepala sekolah. 

1.  Konsep Pembimbingan  Guru Pemula
Pembimbingan kepada guru pemula dilakukan pembimbing untuk mendukung dan memotivasi serta memberikan masukan demi  meningkatkan  dan  mengembangkan  kompetensi guru pemula. Dengan demikian diharapkan guru pemula tersebut akan cepat dapat beradaptasi dengan sekolah dan masyarakat di sekitarnya serta segera dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif.  Oleh karena itu pembimbingan guru pemula tidak hanya terbatas pada kegiatan pembelajaran di dalam kelas saja, tetapi juga meliputi pembelajaran di luar kelas termasuk kegiatan di masyarakat.

2.  Konsultasi Pembimbing dengan Kepala Sekolah/Madrasah dan Pengawas 
     Pengembangkan kompetensi guru  pemula merupakan tanggungjawab semua warga sekolah terutama kepala sekolah/madrasah dan pembimbing. Oleh karena itu pembimbing  hendaknya  selalu memberikan laporan dan berkonsultasi dengan kepala sekolah untuk  melakukan pembahasan  tentang
perkembangan dan kinerja guru pemula secara reguler selama  penilaian  tahap  1 (bulan ke-2  sampai dengan bulan ke-9  pada  tahun pertama guru pemula melaksanakan pembelajaran).
    Pada  saat dilakukan pertemuan dan  pembahasan  tentang perkembangan kinerja guru pemula antara pembimbing dan kepala sekolah, hal yang perlu diingat adalah semangat mendukung dan mengembangkan guru pemula, bukan menghakimi dan mencari kesalahannya.  Oleh karena itu, pembimbing dan kepala sekolah/madrasah  hendaknya  bersama-sama mendiskusikan masalah yang ditemui oleh guru pemula dan mencari solusi  yang terbaik. Dengan demikian selama proses penilaian tahap 1,   guru pemula berkesempatan untuk mengetahuai kelemahan-kelemahannya dan berupaya untuk memperbaikinya dengan bantuan dari pembimbing.  Perlu pula  untuk digarisbawahi bahwa dalam menyampaikan kelemahan tersebut hendaknya digunakan cara-cara yang baik yang berdasarkan pada prinsip-prinsip edukatif sehingga  tidak mematahkan semangat atau mengecilkan hati guru pemula.

3.  Pelaksanaan  Pembimbingan 
Kepala sekolah/madrasah dan pembimbing bertanggungjawab atas penilaian kinerja guru pemula. Kepala sekolah/madrasah bertanggungjawab pada penilaian hasil (Tahap-2), sedangkan pembimbing bertanggungjawab atas penilaian proses   (Tahap-1).
Dalam melakukan penilaian  kinerja guru pemula, kepala sekolah/madrasah dan pembimbing menentukan fokus elemen kompetensi yang akan dinilai, melakukan observasi pembelajaran,
secara terbuka membahas hasil observasi pembelajaran, memberikan umpan balik berupa saran-saran perbaikan pada elemen kompetensi yang dinilai belum dipenuhi.  Pembimbing  bertanggungjawab atas pembimbingan guru pemula dan penilaian atas hasil kinerja guru pemula.  Oleh karena itu, seorang pembimbing hendaknya:  memantau perekembangan kompetensi guru pemula  dengan melakukan observasi pembelajaran secara regular;
mengunjungi kelas guru pemula secara informal; melakukan observasi pembelajaran minimal  satu kali  setiap minggu terhadap  guru pemula  yang  mengikuti program induksi;
  membuat kesepakatan dengan guru pemula tentang focus penilaian sebelum observasi pembelajaran;  mengisi Lembar  Hasil Observasi Pembelajaran selama berlangsungnya observasi pembelajaran;setelah observasi pembelajaran,  memberikan umpan balikdan salinan Lembar Hasil Observasi Pembelajaran kepada guru pemula; mempersiapkan guru pemula untuk menghadapi penilaian atau observasi pembelajaran yang akan dilakukan kepala sekolah maupun pengawas;menilai bersama dengan  kepala sekolah/madrasah apakah guru pemula terpantau beresiko tidak memenuhi standar kompetensi; membuat laporan  perkembangan guru pemula  kepadakepala sekolah  dengan berkonsultasi  kepadanya serta memberikan salinan laporan tersebut kepada guru pemula.

3.1   Persiapan Pembelajaran
Sebelum proses pembelajaran dan pelaksanaan observasi, perlu beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh guru pemula dibawah bimbingan guru pembimbing. Adapun  hal-hal yang perlu diperhatikan dalam  persiapan tersebut  adalah  sebagai berikut.  
52  Modul PIGP bagi Pembimbing
a) Silabus
b) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
c) Program Tahunan
d) Program Semesteran
e) Pelaksanaan proses pembelajaran
f)  Penilaian hasil pembelajaran
g) Pengawasan proses pembelajaran 

3.2  Tahapan observasi pembelajaran oleh pembimbing
 Pembimbing diharapkan melakukan observasi pembelajaran guru pemula sebanyak  satu kali setiap minggu.   Pelaksanaan bimbingan  melalui observasi ini  pada  dasarnya bersifat  menyeluruh dalam arti semua sub kompetensi guru pemula yang belum memenuhi standar harus dibimbing dan dikembangkan. 
Oleh karena itu, pelaksanaan pembimbingan ini tidak terbatas hanya pada proses belajar mengajar di dalam kelas bagi guru mata pelajaran, maupun proses pembimbingan dan konseling secara langsung     kepada anak didik bagi guru  Bimbingan  dan Konseling (BK). Namun demikian secara garis besar bimbingan yang diberikan tersebut mengikuti  tiga fase yaitu fase praobservasi, observasi dan pasca observasi pembelajaran. 

a.  Pra Observasi
Dalam Praobservasi perlu dilaksanakan kegiatan-kegiatan berikut:
1.    Pembimbing memastikan kesiapan guru pemula dalam pembelajaran yang akan diobservasi baik kesiapan secara mental maupun materi yang diperlukan dalam proses pembelajaran.
2.    Pembimbing meneliti RPP yang telah disiapkan guru pemula dan memberikan masukan untuk memperbaikinya. 
3.    Bila diperlukan pembimbing dapat berbagi materi, sumber belajar, media atau alat peraga dengan guru pemula.
4.      Guru pemula dan  pembimbing    membicarakan fokus observasi pembelajaran.  Mereka menyetujui maksimum lima elemen dari empat kompetensi inti guru  yang akan menjadi fokus observasi pembelajaran dan guru pemula menuliskan hasil yang diharapkan dari praktik mengajar
5.    sebagaimana yang tercantum dalam rencana pembelajaran. 
6.    Pembimbing dan guru pemula memberi tanda ()  pada
7.    sub kompetensi yang menjadi fokus observasi.
8.    Pembimbing memberi motivasi kepada guru pemula untuk melakukan pembelajaran/pembimbingan yang terbaik.

b.  Observasi
    Pada saat guru pemula melaksanakan proses pembelajaran/ pembimbingan, pembimbing secara  tertulis memberikan komentar  tentang kinerja guru pemula  terkait dengan empat belas subkompetensi guru. Komentar tersebut hendaknya tidak lepas dari fokus observasi yang telah disepakati bersama antara pembimbing dan guru pemula. Kemudian komentar tertulis  tersebut  hendaknya digunakan sebagai panduan guru pemula dan pembimbing untuk meningkatkan kinerja dan pembelajaran profesional yang akan datang. Sebaiknya komentar ditulis dalam  format  dan bahasa yang konstruktif. 
      Secara  umum kegiatan ini melibatkan guru pemula dan pembimbing dalam pengisian format-format yang diperlukan.
Kegiatan ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.    Guru pemula mengidentifikasi dan menuliskan  target keberhasilan dari  proses pembelajarannya.  Hasil yang ingin dicapai tersebut ditulis dalam Lembar Refleksi  Pembelajaran yang digunakan oleh   guru pemula.  (target ini dapat dituliskan sebelum pelaksanaan pembelajaran)
2.    Guru pemula menuliskan komentar pribadinya tentang proses pembelajaran yang telah dilakukan baik yang positif maupun yang negatif pada Lembar Refleksi Pembelajaran.  Kegiatan ini dapat dilakukan setelah selesai pembelajaran/pasca observasi.  Akan tetapi bila guru pemula khawatir akan lupa dan situasi memungkinkannya, komentar ini dapat dituliskan pada tahap ini.
3.    Pada saat observasi pembelajaran/pembimbingan  dilaksanakan,  pembimbing  memberi tanda cek () pada kolom A, B, C, atau D pada sub kompetensi yang menjadi fokus observasi serta  menulis komentar proses pembelajaran berdasarkan fokus yang telah disepakati tersebut pada Lembar Hasil Observasi Pembelajaran.

Perlu diingat bahwa Lembar Refleksi Pembelajaran bersifat pribadi, sehingga guru pemula tidak harus menunjukkannya kepada pembimbing.

c.  Pasca Observasi
    Dalam pertemuan pasca observasi, pembimbing harus memberikan komentar  terkait pelaksanaan
pembelajaran/pembimbingan guru pemula. Komentar ini berdasarkan fokus observasi yang telah disepakati bersama dan harus  bersifat membangun dan    memotivasi    guru pemula. Komentar tidak boleh mematahkan semangat dan motivasi guru yang dibimbing. Oleh karena itu, pembimbing disarankan untuk  menyampaikan hal-hal positif yang telah dilakukan guru pemula  dalam melaksanakan pembelajaran. Untuk kompetensi yang masih di bawah standar, pembimbing  disarankan menggunakan istilah kompetensi yang perlu ditingkatkan.   
    Kegiatan pasca observasi ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.    Guru pemula mengisi  Lembar Refleksi Pembelajaran  setelah pembelajaran  dilaksanakan.
2.    Pembimbing dapat menanyakan perasaan atau komentar pribadi guru pemula tentang pembelajaran yang telah dilakukan.
3.    Pada saat pertemuan pasca observasi  ini,  pembimbing diharapkan juga  memberikan umpan balik kepada guru pemula. Pertemuan  ini membahas tentang pembelajaran yang telah dilakukan guru pemula serta catatan yang dibuat  pembimbing  di  Lembar  Hasil  Observasi Pembelajaran.  Pembimbing  dan guru pemula kemudian menandatangani lembar tersebut sebagai bukti telah
4.    dilaksanakannya observasi dan diskusi.  
5.    Pembimbing memberikan salinan Lembar Hasil Observasi
6.    Pembelajaran  kepada guru pemula
7.      Pada  tahap ini,   harus dilaksanakan diskusi antara guru pemula dengan pembimbing.  Dalam diskusi ini, pembimbing selalu memberi dukungan mental dan motivasi kepada guru pemula dengan cara antara lain menunjukkan kelebihan pembelajaran yang dilakukannya. 

D.  Refleksi.
Mohon untuk merenungkan manfaatnya sebagai tugas Bapak/Ibu sehingga  efektivitas  pembimbingan, peran dan profesionalisme seorang pembimbing  menjadi lebih baik dan berdampak pada peningkatan profesionalisme guru pemula.



Kegiatan Belajar  4:  Pengisian Lembar Rencana Pembelajaran Keprofesian, Refleksi dan Observasi Pembelajaran 

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini, diharapkan pembimbing akan dapat:
a.  Menyusun rencana pembelajaran keprofesian guru pemula
b.  Membimbing guru pemula dalam pengisian Lembar Refleksi Guru Pemula
c.  Mengisi format-format  Lembar Observasi Pembelajaran

B. Uraian
  Dalam proses pembimbingan guru pemula ada beberapa format isian yang wajib dilengkapi baik oleh guru pemula maupun oleh pembimbing. Namun demikian pembimbing diharapkan memahami pengisian format-format baik untuk pembimbing sendiri maupun untuk guru pemula sehingga ketika guru pemula membutuhkan saran terkait pengisian format mereka, pembimbing dapat memberi petunjuk dan bimbingan. Untuk tujuan itulah kita akan bahas format-format tersebut dimulai dari format Rencana Pembelajaran Keprofesian, Lembar Refleksi Guru Pemula, dan Lembar Observasi Pembelajaran.
a.  Rencana Pembelajaran Keprofesian 
Format ini berisikan kolom-kolom Tujuan, Cara, Kapan, Siapa yang bisa membantu dan Evaluasi. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut:
Tujuan  Cara  Kapan  Siapa yang bisa membantu Evaluasi  
Cara pengisian tabel di atas adalah sebagai berikut:
Kolom Tujuan: pada kolom ini tuliskan tujuan dari kegiatan yang akan dilakukan bagi pengembangan guru pemula. Misalnya:  Menyiapkan panduan kerja;  Meningkatkan ketrampilan pengelolaan kelas guru pemula. Tujuan ini dapat merupakan pernyataan kompetensi guru atau bagian dari kompetensi tersebut.

Kolom Cara: pada kolom ini tuliskan kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Misalnya:  Mengumpulkan dokumen dan kebijakan yang ada di sekolah;    Mengidentifikasi kebijakan dan dokumen yang perlu direvisi atau disiapkan;  Mendelegasikan tulisan/tugas persiapan. 
Kolom Kapan: pada kolom ini dituliskan waktu kegiatan tersebut akan dilakukan. Misalnya:  Minggu 1 April, Minggu 4 April  dan seterusnya.
Kolom  Siapa yang bisa membantu:  pada kolom ini dituliskan nama orang/ guru atau fihak lain yang diharapkan dapat membantu melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya:
Wakil kepala sekolah, Guru profesional di sekolah, komite sekolah  dan seterusnya. Bila fihak-fihak tersebut telah jelas nama mereka guru profesional dapat langsung dituliskan namanya demikian juga untuk komite sekolah.

Kolom Evaluasi: pada kolom ini ditulis hasil kegiatan yang telah dilakukan berdasarkan penilaian pembimbing.  Oleh karena itu, kolom ini diisi setelah selesainya masing-masing kegiatan yang direncanakan.  Misalnya: Telah dilaksanakan, telah tercapai target kompetensi, belum tercapai target kompetensi dan seterusnya.   Untuk memberi gambaran yang lebih jelas berikut contoh Rencana Pengembangan Keprofesian yang telah diisi. 
 Tujuan  Cara   Kapan  Siapa yang bisa membantu  Evaluasi
1. Menyiapkan Rencana kerja PIGP
2. Meningkatkan ketrampilan pengelolaan kelas   guru pemula
1.1 Mengumpulkan dokumen dan kebijakan yang ada di sekolah 
1.2 Mengidentifikasi kebijakan dan dokumen yang perlu direvisi atau disiapkan 
1.3 Mendelegasikan tulisan/tugas persiapan 
1.4 Mengumpulkan dan mengulas  Panduan kerja 2 untuk mempersiapkan program induksi
2.1 Identifikasi aspek lemah dalam pengelolaan kelas 
2.2 Merencanakan peningkatan ketrampilan pengelolaan kelas 
2.3 Melakukan observasi guru profesional dalam pengelolaan kelas.
2.4 Implementasi hasil observasi dalam pengelolaan kelas oleh guru pemula

Maret  Minggu 1
April  Minggu 4
April  Minggu 1
Mei  Minggu 1
April  Minggu 2
April Minggu 1
Mei Minggu 3 & 4 Mei
Wakasek 



Kepsek & Wakasek 



Wakasek dan kordinator 



Wakasek dengan pembimbing 
 

Pembimbing


Guru profesional di sekolah


Guru profesional di sekolah


Guru profesional di sekolah



b.  Lembar Refleksi Guru Pemula
Lembar Refleksi Guru Pemula ini  diisi oleh guru pemula dan memuat kolom-kolom: Nama guru, Kelas/Mata pelajaran, Tanggal. Disamping itu terdapat kolom Fokus pembelajaran, Hasil pembelajaran yang diharapkan, Kompetensi, Fokus observasi, dan Catatan refleksi. Untuk pengisian kolom-kolom tersebut adalah sebagai berikut:
Kolom Nama guru: pada kolom ini dituliskan nama guru pemula yang bersangkutan. 
Kolom Kelas/Mata pelajaran:  pada  kolom ini dituliskan kelas tempat guru pemula mengajar dan mata pelajarannya. 
Kolom Tanggal:  kolom tanggal diisi dengan tanggal bulan dan tahun pelaksanaan pembelajaran.
Kolom Fokus observasi:  kolom ini  ada dua yang pertama (di bagian atas)  diisi dengan menulis nomor subkompetensi yang telah disepakati untuk diobservasi,  misalnya: 1.1, 1.2, 2.1 dan
seterusnya; yang kedua dibagian bawah yang berisikan14  nomor dan sub kompetensi. Kolom kedua ini tidak perlu diisi. 

Kolom  Fokus observasi:  pada kolom ini guru pemula memberikan tanda cek () pada subkompetensi  yang telah disepakati bersama pembimbing sebagai fokus pengamatan. 

Kolom Catatan refleksi:  pada kolom ini dituliskan refleksi guru
pemula yang berupa  catatan pribadi guru pemula tentang proses pembelajaran yang telah dilakukan terutama yang terkait dengan fokus observasi. Catatan refleksi ini dapat bersifat pribadi dan tidak perlu ditunjukkan kepada guru pemula. Oleh karena itu pada kolom nama pengamat dapat diisi dengan nama pengamat, namun pada kolom tanda tangan pengamat tidak wajib diberi dimintakan tanda tangan pengamat/pembimbing. Untuk lebih jelasnya lihat format isian ini pada halaman selanjutnya:
 
Nama guru:  
Kelas/Mata pelajaran: 
Tanggal: 
Fokus observasi : (Fokus observasi diidentifikasi/dibahas sebelum pembelajaran oleh pembimbing/pengamat dan guru pemula)  
Hasil pembelajaran yang diharapkan: siswa diharapkan mampu mengkalkulasi luas dan keliling lingkaran; menyiapkan tabel hasil kalkulasi. Menyimpulkan hubungan pengukuran yang berbeda.
 Fokus observasi ditentukan dan didiskusikan sebelum belajar oleh  pembimbing/pengamat dan  guru pemula
Kompetensi  Fokus observasi:
 Beri tanda ü

Catatan refleksi
1. Kompetensi pedagogik  
1.1   Memahami latar belakang siswa
1.2   Memahami teori belajar  
1.3  Pengembangan kurikulum
1.4   Aktivitas pengembangan pendidikan 
1.5  Peningkatan potensi siswa
1.6  Komunikasi dengan siswa
1.7 Penilaian & evaluasi  
2  Kompetensi kepribadian    
2.1  Berperilaku sesuai dengan norma,   kebiasaan dan hukum di Indonesia  
2.2  Kepribadian matang dan  stabil   
2.3  Memiliki etika kerja dan komitmen serta  kebanggaan menjadi guru   

3  Kompetensi sosial    
3.1  Berperilaku  inklusif, objektif, dan tidak pilih kasih   
3.2  Komunikasi dengan guru, pegawai sekolah,orang tua, dan masyarakat
4  Kompetensi profesional     
4.1 Pengetahuan dan pemahaman tentang struktur, isi dan standar kompetensi mata pelajaran, serta tahapan-tahapan pembelajaran. 
1.2  Mengembangkan profesionalisme melalui refleksi diri


Nama pembimbing/pengamat:                                                                                                                
                                                                                                                                          
Tandatangan (tidak wajib) :                                                                     


Tanda tangan guru pemula:  

                                                                             
c. Lembar Hasil Observasi Guru Pemula 
Lembar Observasi Guru Pemula ini berisikan kolom-kolom: Nama, Sekolah/Madrasah, Pendidikan terakhir, Institusi pendidikan, Provinsi, Kelas yang diajar, Jumlah jam per minggu, Mata pelajaran yang diampu, Fokus observasi, Kompetensi, Penilaian/A  (4), B(3),
C(2), D(1).

Kolom  Nama:  kolom ini diisi dengan nama guru pemula  yang bersangkutan.
Kolom Sekolah/Madrasah: diisi dengan nama Sekolah/Madrasah tempat guru pemula bertugas.
Kolom Pendidikan terakhir: diisi dengan pendidikan terakhir yang telah diselesaikan oleh guru pemula.
Kolom  Institusi pendidikan:  diisi dengan nama  institusi atau perguruan tinggi  tempat guru pemula menyelesaiakan pendidikan terakhirnya.
Kolom Provinsi:  diisi nama provinsi dimana sekolah tempat guru bertugas berada.
Kolom  Kelas yang diajar:  diisi kelas dimana guru pemula melakukan pembelajaran yang diobservasi. Kolom  Jumlah jam per minggu:  diisi jumlah jam perlajaran perminggu yang menjadi beban guru guru pemula. Kolom  Mata pelajaran yang diampu:  diisi dengan nama-namamata pelajaran yang menjadi tugas guru pemula dalam semester yang sedang berlangsung. 
Kolom  Fokus observasi:  diisi dengan nomor-nomor sub kompetensi yang telah disepakati bersama dengan guru pemula.
Kolom Kompetensi: kolom ini memuat 14 nomor dan kompetensiyang menjadi target pengembangan guru pemula.
Kolom  A  (4), B(3), C(2),  D(1):  diisi dengan tanda cek () pada salah satu kolom  dari A  (4), B(3), C(2),  D(1) sesuai dengan penilaian kompetensi yang telah ditunjukkan oleh guru pemula dalam proses pembelajaran/ pembimbingan. Pada pengisian kolomini, pembimbing tidak perlu untuk menghitung  total skor dan menkonversikan ke dalam skala 10, karena pembimbing hanyamenunjukkan tingkat capaian yang diperoleh pada fokus kompetensi. Skoring dengan skala 100 tersebut dilakukan padapenilaian Tahap 2 oleh kepala sekolah. Kolom Catatan pengamat: diisi dengan komentar pengamat/pembimbing yang berupa diskripsi penilaian  terhadapkinerja dalam proses pelaksanaan pembelajaran/ pembinbinganyang dilakukan guru pemula. Catatan ini hendaknya sesuai denganhasil penilaian yang dituangkan pada kolom A (4), B, C, D.  Catatanpengamat hendaknya juga memberi penguatan terhadap motivasikerja guru pemula.

Untuk lebih jelasnya contoh Lembar Hasil Observasi Pembelajaranyang telah diisi disampaikan sebagai berikut:
Nama: Dian  Sekolah/madrasah: SMPN4
Pendidikan terakhir : S1  Kabupaten/Kota: Bekasi
Institusi pendidikan: Universitas Negeri Jakarta  Provinsi:   Jawa Barat
Kelas yang diajar:  VII-A  Jumlah jam per minggu : 16
Mata pelajaran yang diampu:  Geometri dan Pengukuran
Fokus Observasi: 1.2, 1.4, 1.5, 1.6, 4.1.
A  Jika  skor hasil observasi  4                                                           C  Jika skor hasil observasi  2
B  Jika skor hasil observasi 3                                                             D  Jika skor hasil observasi nilai 1

Kompetensi
A  B  C  D

Catatan pengamat
1. Kompetensi pedagogik
1.1  Memahami latar belakang siswa      
Pembelajaran  Ibu Dian mencakup konsep matematika seperti yang tertulis dalam rencana pembelajaran.  Tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan tingkat usia dan terdapat variasi yang sangat efektif dalam tugas  dan tingkat kesulitannya.
Dilakukan kerja kelompok sehingga siswa dapat belajar melalui diskusi dan pemecahan masalah. Siswa yang kurang mampu dibimbing oleh teman/siswa lain dan lebih terlibat dalam tugas. 
Jumlah siswa yang mampu bertambah dan mereka mendapatkan tugas untuk mencatat dan melaporkan.
Pengaturan transisi dari klasikal ke dalam kegiatan di luar kelas dalam kerja kelompok dilakukan sangat baik. Siswa mengatahui apa yang harus mereka lakukan. Terlihat jelas adanya pembelajaran selama diskusi diantara siswa.  Beberapa siswa belajar dengan bekerja. Siswa juga menunjukkan
kepercayaan diri dalam menjawab pertanyaan guru dan menjelaskan hasil kerja kelompok kepada siswa secara klasikal.
1.2  Memahami teori belajar ü     
1.3  Pengembangan kurikulum        
1.4  Aktivitas pengembangan pendidikan    ü   
1.5  Peningkatan potensi siswa   ü    
1.6  Komunikasi dengan siswa ü     
1.7  Penilaian & evaluasi         

C.  Latihan
Dalam kelompok kerja guru, buatlah rencana pembelajaran bersama-sama. Kemudian sepakati bersama siapa yang akan menjadi guru model untuk melaksanakan pembelajaran tersebut.
Ibu Dian berkomunikasi secara efektif dan jelas kepada siswa selama pembelajaran dan dia bergerak diantara siswa untuk memonitor   pembelajaran mereka. Interaksi informal yang dilakukan dan respon positif kepada individu siswa menguatkan pembelajaran mereka.  
2  Kompetensi kepribadian
2.1  Berperilaku sesuai dengan norma,   kebiasaan dan hukum di Indonesia 

Ibu Dian adalah guru profesioanl yang sangat berkompeten
dan juga menjadi contoh yang baik bagi siswa dan guru lain.   
2.2  Kepribadian matang dan  stabil         
2.3  Memiliki etika kerja dan komitmen serta 
kebanggaan menjadi guru   
      
3  Kompetensi social          
3.1  Berperilaku  inklusf, objektif, dan tidak
pilih kasih   
        
3.2  Komunikasi dengan guru, pegawai
sekolah/madrasah,orang tua, dan
masyarakat
        
4  Kompetensi profesional           
4.1  Pengetahuan dan pemahaman tentang
struktur, isi dan standard kompetensi
mata pelajaran, serta tahap-tahap
pengajaran  
      ü Pengetahuan tentang mata pembelajaran  baik, tugas sesuai dengan konsep yang dibahas dalam belajar. Tugas sesuai untuk kelas 8. Kemajuan logis melalui tugas dan penggunaan perintah yang jelas kepada siswa.
4.2  Profesionalisme yang meningkat melalui refleksi diri 
        
Rekomendasi:    Observasi umum, hal-hal lain dan saran perbaikan  
Pembelajaran yang sangat baik dengan komunikasi yang jelas tentang konsep matematika. Ibu Dian menyampaikan tujuan diri dan perilaku yang meyakinkan serta menunjukkan pengetahuan yang kuat atas materi yang disampaikan. Penggunaan kerja kelompok sebagai proses belajar bejalan sangat efektif. Ibu Dian menyiapkan dan mengatur pembelajaran  yang berpusat pada siswa  serta memberikan aktivitas yang beragam dan kesempatan yang berbeda bagi siswa untuk memahami konsep matematikan dalam rencana pembalajarannya.  Ibu Dian memantau pembelajaran siswa dengan mendengarkan pertanyaan, penjelasan dan diskusi diantara mereka. Dia mengembangkan hubungan yang kuat dan saling menghargai  dengan siswa. Ibu Dian dapat lebih lanjut meningkatkan kualitas belajar tersebut dengan  menghubungkannya dengan materi yang akan dating pada bagian akhir pembelajaran.Disamping memberikan ringkasan tentang pembelajaran , Ibu Dian dapat memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa  dan dia dapat membuat  pekerjaan rumah yang menantang bagi siswa yang pandai setelah pembelajaran  berakhir. Secara keseluruhan pembelajaran ini merupakan contoh proses belajar pembelajaran yang berkualitas.



Mengetahui:
Kepala Sekolah




.....................................
NIP. 



.............................., .......... 201...
Guru Pemula


........................................

Pembimbing

........................................
NIP. 

Asli untuk guru pemula
Salinan untuk kepala sekolah/madrasah
 Salinan untuk pengawas sekolah/madrasah 
Salinan untuk  dinas pendidikan 
Pada saat dilaksanakan pembelajaran tersebut, guru lain berlatih menjadi pengamat atau pembimbing dan mengisi format-format Lembar  Hasil  Observasi Guru Pemula. Guru model setalah pelaksanaan pembelajaran tersebut juga berlatih mengisi Lembar Refleksi Guru Pemula.

D.  Rangkuman
        Dalam proses pembimbingan diperlukan adanya bukti-bukti dokumen yang menunjukkan kegiatan yang telah dilaksanakan. Dokumen-dokumen tersebut ada yang diisi oleh guru pemula dan
ada yang harus diisi oleh pembimbing, maupun oleh keduanya secara bersama-sama. Dokumen yang harus diisi oleh guru pemula adalah Lembar Refleksi Guru Pemula, sedangkan yang diisi oleh pembimbing adalah Lembar Hasil Observasi Pembelajaran. Untuk dokumen yang dapat diisi bersama-sama antara pembimbing dan guru pemula adalah lembar Rencana Pembelajaran Keprofesian. Dokumen-dokumen tersebut harus disimpan dengan baik oleh pihak sekolal, pembimbing dan guru pemula yang bersangkutan. Dokumen tersebut akan menjadi porto folio pelaksanaan pembimbingan.

E.  Refleksi
        Setelah  selesai melakukan pembelajaran bagian ini, coba refleksikan kegiatan pembimbingan/pembelajaran yang  selama ini belangsung di sekolah Bapak/Ibu. Apa arti penting
pendokumentasian kegiatan-kegiatan tersebut? Apakah selama ini telah dilakukan pendokumentasian kegiatan dengan lengkap? Rencana perbaikan apa yang akan Bapak/Ibu lakukan untuk
praktek pembimbingan/pembelajaran yang selama ini berlangsung?

DAFTAR PUSTAKA

 PMPTK. 2010. Panduan Kerja 1 Implementasi PIGP bagi kepala sekolah, Jakarta: PMPTK
PMPTK, 2010. Panduan Kerja 2 orientasi di sekolah, Jakarta: PMPTK. 
PMPTK. 2010. Panduan Kerja 3 Rencana Pembelajaran, Jakarta: PMPTK, 
PMPTK. 2010.  Panduan Kerja 4 Penyusunan rencana pembelajaran keprofesionalan, Jakarta: PMPTK. 
PMPTK. 2010.  Panduan Kerja 5 Tuntutan  keprofesionalan dan tanggungjawab hukum, Jakarta: PMPTK. 
PMPTK. 2010.  Panduan Kerja 6 Pengelolaan kelas dan siswa,  Jakarta: PMPTK. 
PMPTK. 2010. Panduan Kerja 7 Penilaian kompetensi professional dalam pembelajaran, Jakarta: PMPTK. 
PMPTK. 2010. Panduan Kerja 8 Penilaian siswa dan pelaporan, Jakarta: PMPTK. 
PMPTK. 2010. Panduan Kerja 9 Observasi pembelajaran profesional dan penilaian, Jakarta: PMPTK 
PMPTK. 2010.  Panduan Kerja 10 Bekerja sebagai pembimbing dengan guru pemula, Jakarta: PMPTK 
PMPTK. 2010.  Panduan Kerja 11 Penyusunan laporan hasil perkembangan guru pemula, Jakarta: PMPTK. 
PMPTK. 2010.  Panduan Kerja 12 Informasi sumber-sumber pengembangan guru. Jakarta: PMPTK. 
Bacaan yang Disarankan Supervisi Akademik dalam peningkatan profesionalisme guru.  
          2006. Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah Pendidikan
          Dasar. Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK    Depdiknas. 

0 komentar:

Posting Komentar