Selasa, 30 Juni 2015

Modul PIGP bagi Pembimbing(BAB i)

Modul PIGP bagi Pembimbing

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen  menegaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Untuk mendukung hal tersebut  saat ini telah diberlakukan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru, yang di  antaranya mengatur tentang program  induksi bagi guru pemula.  Sebagai penjabaran teknis dari program induksi maka  juga telah diterbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27   Tahun 2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula.
Kementerian Pendidikan Nasional, melalui Proyek Bermutu Direktorat Tenaga Pendidik dan Kependidikan sedang mengembangkan Program Induksi dan Penilaian Kinerja bagi Guru Pemula, dan telah dihasilkan bahan kebijakan serta 12 panduan kerja. Untuk penyebarluasan hasil-hasil tersebut perlu adanya  sosialisasi mengenai Program Induksi Guru Pemula (PIGP). Sosialisasi Program Induksi dan Penilaian Kinerja Guru Pemula ditujukan untuk memberikan  pemahaman secara  umum  tentang proses yang terjadi  pada saat  sekolah menerima guru pemula.  Sosialisasi ini diperlukan agar implementasi  Program Induksi dan Penilaian Kinerja Guru Pemula  di sekolah dapat berjalan dengan lancer. Dalam sosialisasi  ini disimulasikan peran masing-masing para pemangku kepentingan yang ada dalam proses pengembangan profesional guru pemula, yaitu Kepala  Sekolah, Pengawas, Guru Pembimbing, dan Guru Pemula itu sendiri. 
Pelaksanaan sosialisasi  ini mengacu pada panduan kerja PIGP an skenario simulasi yang telah disusun.  Panduan kerja dan skenario simulasi menjadi acuan dalam setiap sesi dari hari pertama hingga hari ke tiga sosialisasi. Kepala Sekolah, Pengawas, Guru Pembimbing, dan Guru Pemula yang disimulasikan oleh  trainer dan peserta Sosialisasi, bekerja layaknya pelaksanaan program induksi guru pemula di sekolah.  Dengan demikian peserta Sosialisasi memiliki gambaran apa yang terjadi dalam proses induksi guru pemula di sekolah.
Terdapat 12 (dua belas) panduan kerja yang menjadi pegangan trainer dalam Sosialisasi yang memetakan acuan yang harus menjadi pegangan bagi Kepala Sekolah, Pengawas, Pembimbing, dan Guru Pemula dalam pelaksanakan program induksi guru pemula.
Panduan kerja tersebut terdiri dari, yaitu
Panduan Kerja 1 Implementasi PIGP bagi kepala sekolah, Panduan Kerja 2 orientasi di sekolah,
Panduan Kerja 3 Rencana Pembelajaran,
Panduan Kerja 4 Penyusunan rencana pembelajaran keprofesionalan,                                    Panduan Kerja 5 Tuntutan  keprofesionalan dan tanggungjawab hukum,     
Panduan Kerja 6 Pengelolaan kelas dan siswa,
Panduan Kerja 7 Penilaian kompetensi professional dalam pembelajaran,
Panduan Kerja 8 Penilaian siswa dan pelaporan,
Panduan Kerja 9 Observasi pembelajaran profesional dan penilaian,
Panduan Kerja 10 Bekerja sebagai pembimbing dengan guru pemula,
Panduan Kerja 11 Penyusunan laporan hasil perkembangan guru pemula,
Panduan Kerja 12 Informasi sumber-sumber pengembangan guru. 
                Namun demikian, perlu dibuat modul dalam memperlancar sosialisasi dan bimbingan teknik tentang program induksi bagi guru pemula agar  menjangkau seluruh  kepala sekolah/madrasah dalam waktu yang relatif singkat. 
Modul  ini dimaksudkan dapat memberikan pemahaman, dan motivasi para guru pembimbing untuk melaksanakan program induksi di sekolahnya melalui pembimbingan yang intensi, terarah, dan terukur. Bahkan dampak  lainnya pun akan meningkatan angka kredit  kepala sekolah/madrasah  /madrasah  dalam proses kenaikan pangkat dan  atau sertifikasi yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan.   Pengembangan modul  PIGP untuk  guru pembimbing  ini didasarkan pada  panduan kerja yang telah dibuat oleh Tim Pengembang PIGP. 

B.  Tujuan Penyusunan Modul PIGP
Tujuan penyusunan modul PIGP untuk guru pembimbing adalah sebagai berikut.
1.  Modul PIGP Kepala Sekolah/Madrasah  ini disusun dengan tujuan untuk dijadikan bahan bacaan, pelajaran, latihan, refleksi, diskusi, dan tindak lanjut dalam program induksi.
2.  Meningkatkan  keefektivan  guru pembimbing, peran dan profesionalisme  mereka dalam melaksanakan pembimbingan kepada guru pemula. 

C.  Kegunaan Modul PIGP
1.  Sebagai  bahan belajar individual bagi  kepala  sekolah/madrasah agar lebih memahami dalam pelaksanaan PIGP.
2.  Sebagai bahan belajar KKKG dan MGMP.
3.  Untuk membantu  kepala  sekolah/madrasah  dalam  memahami PIGP baik secara individu maupun kelompok.
4.  Memberikan dampak terhadap peningkatan profesionalisme guru pemula. 

D.  Hasil Yang Diharapkan
Setelah mempelajari, mendiskusikan,  mendalami, dan mempraktikkan Modul ini bersama teman sejawat di  KKKG dan MGMP, guru pembimbing diharapkan mampu:
1.  memahami tujuan bimbingan terhadap guru pemula 
2.  memahami konsep bimbingan,
3.  merencanakan program pembimbingan  dalam rangka peningkatan profesionalisme guru pemula,
4.  mengembangkan  keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pembimbing, 
5.  memahami  hal-hal yang berhubungan dengan  pemberian bimbingan yang efektif. 

E.  Sistematika Modul
    Modul ini terdiri atas 3 bab yaitu:
Bab I   Pendahuluan PIGP
Bab II  Konsep  Program Induksi dan Strategi Pembimbingan Guru Pemula
Bab III Kegiatan Belajar.

F.  Prosedur Penggunaan
   Modul  ini dirancang untuk dipelajari oleh  guru pembimbing  dalam forum Kelompok Kerja Guru  (KKG) Musyawarah Guru Mata Pelajaran  (MGMP). Oleh karena itu, langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mempelajari materi ini mencakup aktivitas individual dan kelompok.
Secara umum aktivitas individual meliputi: (1) membaca materi, (2) melakukan latihan/tugas  sekolah/madrasah, memecahkan kasus pada setiap kegiatan belajar, (3) membuat rangkuman/kesimpulan,  dan (4) melakukan refleksi,  dan melakukan tindak lanjut.  Sedangkan aktivitas kelompok meliputi: (1) mendiskusikan materi, (2) bertukar pengalaman dalam melakukan latihan/memecahkan kasus, (3) melakukan seminar/diskusi hasil latihan/tugas yang dilakukan, dan (4) bersama-sama melakukan refleksi, membuat  action plan,    dan tindak lanjut. 
Langkah-langkah tersebut dapat digambarkan seperti berikut ini.
 
Aktivitas kelompok selalu didahului oleh aktivitas individu. Dengan demikian, maka aktivitas individu adalah hal yang utama. Sedangkan aktivitas kelompok lebih merupakan forum untuk berbagi, memberikan pengayaan,  dan penguatan terhadap kegiatan yang telah dilakukan individu masing-masing. Dengan mengikuti langkah-langkah Modul di atas, diharapkan  guru
pembimbing  yang tergabung dalam  KKKG  dan MGMP  dapat secara individu dan bersama-sama meningkatkan kompetensinya, yang  pada gilirannya diharapkan  berdampak pada  peningkatan kompetensi yang dibinanya.
Aktivitas Kelompok  Aktivitas Individu Membaca Bahan Belajar
 Mediskusikan Bahan Belajar
Melaksanakan Latihan/Tugas/ Studi Kasus
 Sharing Perma-salahan dan Hasil
Pelaksanaan Latihan
Membuat Rangkuman
 Membuat Rangkuman
Melakukan Refleksi, Membuat Action Plan, dan Tindak Lanjut
Melakukan Refleksi, Membuat Action Plan, dan Tindak Lanjut 


0 komentar:

Posting Komentar